0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puluhan Tokoh Umat Islam Temui Wawali Soal Sengketa Sriwedari

Solo – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam menemui Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo di kediamannya di kawasan Baron terkait rencana pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS), Kamis (1/2) malam di tanah Hak Pakai (HP) 40 dan 41. Mereka meminta agar Pemerintah Kota Solo menunda acara peletakan batu pertama yang dijadwalkan pada Senin (5/1) di lokasi pembangunan.

“Kemarin kita sudah temui Pak Purnomo. Salah satu sesepuh yang ikut ada KH Muhammad Halim dari Pondok Takmirul Islam,” kata Divisi Humas Dewan Syariat Kota Surakarta, (DSKS) Endro Purnomo melalui telefon, Jumat (2/2).

Menurut Endro, pertemuan kemarin malam setidaknya diikuti 20 ormas maupun kelompok pengajian Islam di Solo. Mereka mempersoalkan status tanah Sriwedari yang dimiliki Pemkot berdasarkan HP 40 dan 41. Padahal menurut Putusan Mahkamah Agung (MA) No 3249 K/Pdt/2012, ahli waris dinyatakan berhak atas lahan Sriwedari yang mencakup lokasi pembangunan MTSS. Pembangunan masjid di lahan tersebut dikhawatirkan menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Karena Pak Pur tidak bisa menjelaskan, beliau memanggil Kepala Bagian Hukum Pemkot Solo Pak Yohanes Pramono. Pak Pram menjelaskan bagaimana prosesnya Pemkot bisa mendapat sertifikat Hak Pakai,” kata dia.

Meski telah mendapat penjelasan dari Pramono, Endro menilai HP 40 dan 41 yang menjadi dasar Pemkot Solo membangun MTSS sangat lemah. Paslanya, saat ini, pihak ahli waris sudah memegang Surat Permohonan Pelaksanaan Eksekusi dan Penetapan Pengadilan Negeri Surakarta No 10/PEN.PDT/EKSEKUSI/2015/PN.SURAKARTA.

“Bahkan dari pengadilan sudah mengeluarkan peringatan kepada Pemkot untuk segera mengosongkan Sriwedari,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, ia selaku Ketua Umum Panitia Pembangunan MTSS sudah berusaha bekerja maksimal dan melibatkan semua pihak. Namun ia tak bisa memutuskan untuk melibatkan ahli waris dalam pembangunan MTSS sebagaimana didorong oleh banyak pihak.

“Masalah itu, saya persilakan disampaikan langsung ke Walikota. Dan sudah kita buatkan jadwal untuk mediasi pekan depan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge