0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pantai Losari Dipenuhi Warga yang Ingin Nonton Super Blue Blood Moon

Antusias warga Makassar saksikan gerhana bulan (merdeka.com)

Timlo.net — Fenomena alam berupa super blue blood moon atau gerhana bulan penuh disambut antusias oleh warga Makassar. Rasa penasaran, mereka luapkan di anjungan Pantai Losari dengan harapan lebih leluasa menyaksikan fenomena alam itu.

Anjungan Pantai Losari di jl Penghibur telah dibanjiri warga mulai petang tadi. Usai waktu Salat Isya, suara imam dari masjid-masjid sekitar bersahut-sahutan memimpin Salat Gerhana memberi suasana sakral di tengah warga melihat fenomena alam yang akan muncul lagi tahun 2037 mendatang.

Petugas BMKG Wilayah VI Makassar juga sudah di kawasan pantai ikon Kota Makassar sejak petang tadi. Ada 6 teropong yang dipasang untuk melihat dan merekam tujuh fase perkembangan gerhana bulan ini.

Ikhsan, Kabid observasi BMKG Wilayah IV Makassar mengatakan, gerhana bulan penuh di wilayah waktu Indonesia tengah akan muncul dengan tujuh fase gerhana. Di antaranya gerhana totalnya pukul 20.51 Wita dan berakhir pukul 22.07 Wita.

Sementara puncak gerhana total, kata Ikhsan, terjadi pada pukul 21.29 Wita dengan durasi 1 jam lewat 16 menit kondisi berwarna merah.

“Kedekatan bulan dengan bumi atau istilahnya perigee itu sejauh 358.993 kilometer,” tambah Ikhsan, Rabu (31/1).

Fenomena bulan merah menarik perhatian warga mulai usia anak-anak hingga dewasa bahkan hingga nenek-nenek yang gunakan kursi roda.

“Mama lihat di tv, tertarik sekali mau lihat langsung. Jadi saya bawa ke pantai supaya leluasa menyaksikan di langit. Karena kalau di sekitar rumah, banyak bangunan tinggi sehingga terhalang. Jadi saya bawa mama dengan kursi rodanya,” kata Jumriati, (45) yang membawa ibunya, Hajjah Nurjanna, (74) ke anjungan Pantai Losari bersama suami dan anak-anak.

Hajjah Nurjanna mengaku, selama hidupnya pernah menemui gerhana matahari tetapi tidak diperbolehkan lihat langsung karena membahayakan mata.

“Saya mau sekali lihat gerhana bulan malam ini karena tidak bahaya kalau dilihat dengan mata telanjang,” ujarnya.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge