0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ratusan Guru Olah Raga Dibina Kejari, Ini Sebabnya

Penyuluhan hukum Kejari, Polres Wonogiri dan PPKB P3A bagi guru PJOK di Aula Dinas P dan K Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Mencegah terjadinya kasus kekerasan seksual dan fisik di lingkungan sekolah oleh guru kepada siswa didik, ratusan guru mapel pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) menerima pengarahan Kejari, Polres dan Dinas PPKB P3A Wonogiri.

“Kenapa sasaran penyuluhan hukum ini menyasar kepada guru PJOK? Ini bukan maksud kami menjustisifikasi, tapi karena guru PJOK ini kan kerap bersinggungan dengan siswa didik,” ungkap Kepala Kejari (Kajari) Wonogiri, Dodi Budi Kelana kepada awak media di aula Dinas P dan K Wonogiri, Rabu (31/1).

Dijelaskan, kasus asusila beberapa tahun belakangan kerap terjadi di Wonogiri. Kajari menyebutkan, pada akhir 2017 lalu terungkap seorang guru olahraga di salah satu SD di Girimarto diduga kuat mencabuli banyak siswa sejak bertahun-tahun. Sehingga, guru perlu pemahaman hukum, tindakan apa saja yang ujung-ujungnya berhadapan dengan hukum.

“Ini sebagai pemahaman, kedepan guru mapel lain pun akan kami berikan penyuluhan hukum juga, mungkin saja semisal guru kesenian dan budaya,” bebernya.

Kepala Dinas P dan K Wonogiri, Siswanto menyebut, penyuluhan tersebut diharapkan menjadi pencerahan pada kalangan guru, sekaligus mengetahui apa saja hal- hal yang dapat bersinggungan dengan hukum atau tidaknya.

“Jamannya kan sudah berubah, kalau dulu mungkin dianggap tidak jadi masalah, tapi kalau sekarang bui sudah menanti,” lanjutnya.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Dinas PPKB P3A, kasus berkaitan dengan anak dan perempuan pada 2017 tercatat 35 kasus dengan korban 87 orang. Pada 2016 terjadi 41 kasus dengan korban 50 orang. Mayoritas kasus yang terjadi kekerasan seksual terhadap anak.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge