0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Simulasi Pengamanan Pilkada

TPS Pilgub Dirusak, Polisi Keluarkan Tembakan

Polisi melakukan simulasi pengamanan Pilgub (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ditolak panitia pemungutan suara saat hendak mencoblos karena terlambat datang, sekelompok pemilih nekat merusak Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kericuhan pun terjadi, polisi terpaksa mengeluarkan tembakan dan seorang warga tertembus timah panas.

Kericuhan yang terjadi setelah segerombolan pemilih merasa kecewa karena ditolak panitia saat hendak mencoblos dalam Pilgub. Warga yang kesal dengan petugas, kemudian melakukan aksi anarkis perusakan di TPS . Beruntung aksi warga itu dapat diredam oleh aparat Polisi dari Polsek Mojosongo. Aksi warga tak berhenti di situ. Warga kemudian melakukan propaganda warga lain melalui Media Sosial (Medsos). Dimana tersebar isu bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali memihak salah satu calon. Warga yang marah kemudian melakukan aksi unjuk rasa ke kantor KPU Boyolali.

Polres Boyolali yang mendapat informasi akan adanya unjuk rasa, langsung melakukan penjagaan di Kantor KPU setempat. Aksi unjuk rasa yang awalnya berjalan damai menjadi ricuh. Petugas dan kantor KPU dilempari batu oleh pengunjuk rasa.

Petugas mengamankan salah satu warga, yang dianggap sebagai provokator. Namun, tindakan petugas tersebut justru memicu kemarahan warga. Warga yang sudah beringas langsung melakukan perlawanan terhadap petugas. Itulah adegan yang digambarkan dalam simulasi pengamanan Pilgub Jateng yang akan diselenggarakan pada bulan akhir Juni mendatang.

“Ini sebagai bentuk kesiapan kami dan instansi lain dalam mewujudkan Pilgub yang aman dan damai,” kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andie, Rabu (31/1), usai kegiatan simulasi, di halaman Gedung Demokrasi,Jl Perintis Kemerdekaan Boyolali.

Menurut Kapolres, meski sudah disiapkan dengan matang terkait penanganan gangguan selama Pilgub, namun pihaknya tetap berharap tak ada gangguan keamanan. Pihaknya tetap berharap pesta demokrasi tetap berjalan sesuai tahapan. Dimana, masyarakat bisa dengan bebas mengikuti setiap tahapan dalam Pilgub mendatang.

“Tak ada intervensi ataupun tekanan, masyarakat benar-benar bisa berperan dalam pesta demokrasi,” tandas Kapolres.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge