0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puluhan KK Tergusur STP, Ini Penjelasan Lurah Jebres

Warga menunjukkan surat permohonan pembuatan sertifikat (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pihak Kelurahan Jebres berupaya untuk terus mengawal rencana perluasan Solo Techno Park (STP). Terlebih setelah perluasan lahan ini bersinggungan dengan lahan yang ditempati warga RT 02 dan RT 03 RW 25 Kelurahan Jebres.

“Pihak kelurahan sudah tiga kali mendampingi Tim Perencanaan dari STP untuk bertemu dengan pemerintah kota terkait rencana pembangunan. Bahkan sempat sesekali mempertemukan antarawarga terdampak dengan pihak STP,” jelas Lurah Jebres, Sulistyorini, Rabu (31/1).

Dijelaskan, sedikitnya ada 23 KK yang secara administrasi terdaftar sebagai warga Jebres terdampak perluasan STP. Data terakhir yang ia terima dari 23 KK baru 2 KK yang menerima rencana pembongkaran tersebut.

“Pemkot memberi tawaran uang ganti rugi senilai Rp 65.000 per meter persegi ditambah biaya angkut senilai Rp 500 ribu,” katanya.

Besaran ganti rugi tersebut, dicetuskan setelah Bappeda melakukan kajian. Selain itu, Pemkot juga mengajukan solusi yakni warga yang tidak memiliki rumah, bisa masuk ke Rusunawa Mojosongo.

“Lokasi iti ada yang digunakan sebagai tempat usaha, bagi yang punya rumah di minta kembali ke rumah. Yang tidak punya, bisa ke Rusunawa Mojosongo,” kata dia.

Kendati demikian, tidak berarti pihaknya akan langsung memaksa penghuni rumah untuk keluar dan langsung dibongkar tapi akan diupayakan untuk memepertemukan kembali.

“Kita upayakan ada pertemuan kembali untuk membahas permasalahan ini,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge