0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tak Mau Pindah, Warga Terdampak STP Minta Mediasi

Warga menunjukkan surat permohonan pembuatan sertifikat (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Surat peringatan pengosongan lahan yang di klaim milik Solo Techno Park (STP) telah diterima warga Jebres RT 02 dan RT 03 RW 25 Kelurahan Jebres. Kendati begitu, warga tetap akan bertahan di lokasi yang telah mereka huni sejak tahun 1979 tersebut.

“Ya bagaimana lagi. Kita tetap bertahan,” ungkap salah seorang warga, Dwi Yustanto, Rabu (31/1).

Dia mengatakan, sebanyak 20 KK yang menempati 14 petak bangunan yang diklaim sebagai milik Pemerintah Kota Solo ini sebagian besar adalah masyarakat kecil, janda, dan Lansia. Selain itu, masyarakat telah berupaya melegalkan lokasi yang mereka huni dengan mengajukan permohonan sertifikat tanah ke BPN sejak tahun 2001.

“Kami tetap tidak mau pindah. Sebab, kami merasa memiliki tanah, dan membayar kewajiban kami berupa PBB ke pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, warga tidak menghendaki konflik berkepanjangan dengan Pemkot Solo. Warga meminta ada mediasi yang bisa mewadahi kepentingan mereka.

“Kami ingin mediasi dengan pihak STP terkait perluasan lahan yang akan mereka lakukan. Kami tidak ingin ada konflik antara warga dan pihak STP,” kata dia.

Seperti diberitakan, STP bersitegang dengan warga lantaran proyek perluasan lahan yang akan menjadi kawasn edukasi dan industri tersebut. Pihak STP mengklaim bahwa tanah yang selama ini dihuni warga merupkan tanah milik negara. Bahkan STP telah memiliki bukti, yakni HP 105.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge