0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dampak Perluasan STP, 20 KK di Jebres Ketar-Ketir

Warga menunjukkan surat permohonan pembuatan sertifikat (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sebanyak 20 KK di Jebres RT 02 dan RT 03 RW 25 Kelurahan Jebres, Solo ketar-ketir. Pasalnya warga yang menempati 14 petak bangunan yang diklaim sebagai milik pemerintah Kota ini, akan demi perluasan lahan Solo Techno Park (STP).

“Padahal kami menempati lahan ini sejak tahun 1979, dan kami juga sudah mengajukan permohonan pembuatan sertifikat tanah, sejak tahun 2001,” papar salah seorang warga, Dwi Yustanto, saat dijumpai Timlo.net, Rabu (31/1).

Keresahan warga tersebut dimulai saat bulan November 2017, mereka diajak berembug dengan pihak STP. STP mengklaim telah memiliki HP 105 sejak Oktober 2015. Dalam HP tersebut, dinyatakan bahwa tanah dan bangunan yang digunakan oleh warga selama ini adalah milik dari STP.

“Kami juga bingung, sebab, selama ini kami menempati lahan, di luar pagar dari Komplek Pedaringan (yang akan digunakan sebagai perluasan lahan STP). Kok tiba-tiba bangunan yang kami tempati, masuk dalam HP tersebut,” imbuh dia.

Dikatakan, warga telah dua kali bertemu pihak STP. Pada pertemuan pertama pada bulan November 2017, pihak STP mengklaim bahwa warga menempati lahan milik STP. Sedangkan pertemua kedua pada 4 Januari 2018, warga diminta untuk mengosongkan tanah, sekaligus pengumuman untuk ongkos bongkar yang akan diterima warga.

“Ya kami tidak bisa terima. Soalnya kami pernah mengajukan pembuatan sertifikat sejak tahun 2001, dan sejak itu muncul tagihan pembayaran pajak PBB,” katanya.

Keresahan warga semakin menjadi, manakala hari ini, Rabu (31/1) adalah hari terakhir pencairan dana ongkos bongkar dari STP. “Hari ini terakhir. Kami mau mengadu pada siapa, kami mau minta audiensi kepada Walikota,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge