0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kakek Jadi Model Telanjang, Tidak Diakui Keluarga

Wang. (nextshark.com)

Timlo.net—Wang Suzhong, kakek berusia 88 tahun dari Provinsi Chengdu, Cina tidak diakui oleh keluarganya lagi. Alasannya adalah karena dia mengejar karir sebagai model seni telanjang. Wang dalam wawancara dengan Pear Video mengisahkan perjuangan kerasnya pada 2012 sebelum menjadi model telanjang. Sebelumnya dia kesulitan untuk bertahan hidup. Uang pensiunnya hanya 700 yuan (Rp 1,4 juta) per bulan.

Karena tidak cukup, Wang tahu dia butuh sebuah pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Sebuah kampus lokal menawarkan pekerjaan sebagai model. Wang merasa penasaran, memutuskan untuk mendaftar, tulis Nextshark.

Seorang model biasanya dibayar 70 yuan (Rp 148,5 ribu) per hari. Tarif itu untuk model yang masih mengenakan baju. Sementara model telanjang dibayar 100 yuan (Rp 212,18 ribu). Ingin mengumpulkan uang sebanyak mungkin, dia memutuskan menerima tawaran yang terakhir.

Keputusan terbukti menguntungkan dirinya. Wang memperoleh lebih banyak uang dan bahkan memperoleh teman-teman baru. Kualitas hidupnya berkembang dengan sangat baik.

Dia sekarang menghabiskan waktu delapan jam per hari di kampus itu. Para dosen juga para siswa di sana bersikap sangat baik kepadanya. Membelikan dia makanan dan mengajaknya bicara selama istirahat. Wang juga suka berjalan-jalan keliling kelas dan melihat hasil lukisan para siswa. Dia percaya lukisan-lukisan itu berseni.

Walaupun segala sesuatunya membaik dalam pekerjaannya, ada akibat menyedihkan yang harus dia hadapi. Salah seorang puteranya menentang keras jalan yang dia pilih. Dia bahkan memberitahu ayahnya itu dia tidak akan datang menguburnya jika Wang mati kelak. Begitu dia mulai karirnya sebagai model, anak-anaknya yang lain juga tidak pernah menghubunginya lagi. Hal ini dianggapnya sebagai bentuk protes terhadap pilihan hidupnya.

Beberapa orang mungkin menyerah terhadap tekanan seperti ini. Tapi tidak demikian dengan Wang. Dia menerima sikap anak-anaknya. Dia memutuskan terus menjalani profesinya.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge