0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SNMPTN 2018, Sekolah Keluhkan Teknis Isi PDSS

Sosialisasi SNMPTN 2018 di Auditorium UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sejumlah sekolah masih mengeluhkan terkait teknis pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018. Keluhan mengemuka saat Sosialisasi SNMPTN 2018, di Auditorium Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

“Pengisian nilai dalam PDSS, sekolah harus benar dalam memilih jenis kurikulum yang digunakan. Jika salah, akan muncul skala nilai yang salah pula sehingga data tak bisa diinput,” ungkap Sekretaris Eksekutif Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS Solo 2018, Prof Sunardi kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Rabu (31/1).

Untuk pilihan kurikulum, menurut Sunardi, ada dua yakni KTSP atau Kurtilas (Kurikulum 2013). Jika memilih Kurtilas, dalam form selanjutnya akan ditanya SKS atau jam. Selanjutnya ditanya opsi apakah skala 4 dan skala 100 atau skala 100 saja. Harus diperhatikan betul pemilihan kurikulum.

Sunardi meminta agar sekolah maupun siswa mengecek Nomer Induk Siswa Nasional (NISN) jauh-jauh hari sebelum masa pengisian PDSS. “Sehingga jika ada masalah bisa langsung melapor dan direvisi. Jika mepet pengisian, revisi NISN butuh waktu. Takutnya tidak terkejar pengisian PDSS,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan SMK Negeri Sragen, Wiwik, mengemukakan, dalam salah satu form untuk mengunggah penilaian siswa, sekolahnya yang menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurtilas seharusnya hanya mengisi nilai skala 0-100. Namun dalam form, terdapat dua penilaian yang dimasukkan yakni skala 0-4 dan 0-100. Kedua form tersebut tidak bisa diisi hanya satu skala penilaian, padahal di sekolah mereka tidak menggunakan penilaian skala 0-4.

“Kami bisa saja membuat konversi penilaian sendiri dari nilai skala 100 menjadi nilai skala 4. Namun yang menjadi kekhawatiran kami, apakah nanti anak-anak juga diminta memberikan bukti fisik nilai rapor mereka? Jika di rapor hanya ada skala nilai 100, apakah akan diminta juga menunjukkan skala 4 sementara mereka tak punya,” ujarnya.

Sedang Perwakilan SMKN 2 Wonogiri, Giri Saputra mengemukakan, saat mengunggah nilai siswa ke PDSS, muncul notifikasi tertentu dari server yang menyebutkan adanya kejanggalan pada nilai skala 4 yang mereka unggah. Hal itu terjadi pada beberapa kelas.

“Padahal  saat kami cek dan memastikan, tidak ada yang salah, juga tidak ada persoalan,” ungkapnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge