0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Super Blue Blood Moon Diperkirakan Berlangsung 1 Jam 16,8 Menit

Super blue blood moon (merdeka.com)

Timlo.net — Sumatera Barat termasuk wilayah yang dapat menikmati fenomena gerhana bulan total (super blue blood moon), Rabu (31/1). Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, pada saat terjadinya gerhana bulan total kondisi cuaca diperkirakan berawan.

“Pada malam hari (Rabu) di Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan berawan. Sedangkan hujan ringan melanda Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Dharmasraya, Solok Selatan dan Kota Payakumbuh serta Limapuluh Kota,” terang Kepala BMKG Minangkabau, Achadi Subarkah Raharjo, Selasa (30/1).

Dikatakan dia, gerhana bulan kali ini terbilang unik karena berlangsung dalam waktu yang cukup lama diperkirakan 1 jam 16,8 menit dan menjadikannya gerhana bulan total dengan durasi terlama sepanjang abad ini.

“Gerhana bulan kali ini cukup unik karena berlangsung dalam waktu yang lebih lama dari biasanya,” ujarnya.

Fase gerhana bulan diawali pada pukul 17.48 WIB dan gerhana total mulai terjadi pada pukul 19.51 WIB sedangkan puncak gerhana total terjadi pada pukul 20.29 WIB. Kemudian, gerhana bulan total berakhir pada pukul 21.08 WIB dan keseluruhan fase gerhana bulan berakhir pada pukul 23.09 WIB.

“Fenomena gerhana bulan berbeda dengan gerhana matahari yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 lalu yang mempengaruhi penurunan suhu udara permukaan bumi,” ulasnya.

Achadi Subarkah Raharjo mengungkapkan, untuk gerhana bulan total sampai saat ini belum ada kajian ilmiah yang menjelaskan seberapa besar pengaruh gerhana bulan terhadap pola cuaca ekstrem di bumi secara khusus. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh isu yang beredar dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BMKG, Gerhana Bulan Total terakhir kali muncul di Indonesia pada 36 tahun silam tepatnya tanggal 30-31 Desember 1982. Masyarakat diharapkan melihat atau mengamati fenomena ini dan bukan dijadikan sesuatu yang menakutkan.

Pengamatan Gerhana Bulan Total dapat dilihat secara ideal dari daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga daerah barat Sumatera. Termasuk kawasan Samudera Hindia karena merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana berlangsung.

[rzk]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge