0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Sembako Naik, Masyarakat Diminta Optimalkan Barang Substitusi

Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto (kiri) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Tim Pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Solo mendorong masyarakat untuk mensubstitusi barang-barang kebutuhan pokok (Sembako) yang harganya terus merangkak naik belakangan ini. Hal itu diharapkan dapat menekan tingkat permintaan sehingga berdampak pada turunnya harga.

“Masyarakat bisa berhemat dengan memanfaatkan substitusi. Misalnya beras diganti dengan umbi-umbian, ayam diganti ikan,” kata Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto, Selasa (30/1).

Upaya mendorong pemanfaatan barang substitusi kebutuhan pokok, teranganya, diharapkan dapat menekan permintaan. Secara teori, harga akan turun seiring turunnya permintaan. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan dapat menjaga laju inflasi daerah di Solo yang beberapa tahun terakhir cukup baik.

“Inflasi in harus kita jaga rendah supaya untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang baik dan sehat,” kata dia.

Ia menambahkan peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi sangat vital. Di sisi lain, pemerintah sudah berupaya maksimal dengan mengadakan pasar murah di tiga pasar sejak kemarin hingga hari ini.

“Jadi harus dua sisi. Dari pemerintah mengintervensi pasar. Masyarakat juga harus menjaga pola konsumsi,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge