0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dishub: Kereta Kelinci Bukan Angkutan Umum

Satlantas Polres Klaten menggelar razia kepada pengguna kereta kelinci (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten angkat bicara mengenai gencarnya Polres Klaten menggelar aksi razia kereta kelici. Meskipun sering disewa untuk mengantar rombongan ke destinasi wisata, Dishub menilai kereta kelinci memang tidak layak disebut angkutan umum.

“Kereta kelinci itu bukan angkutan umum. Karena memang tidak ada uji tipenya. Kecuali dikhususkan di dalam areal lokasi wisata. Bukan melintas di jalanan,” kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto, saat dihubungi wartawan, Senin (29/1).

Kendati Dishub tidak memiliki wewenang, dia menyatakan, beroperasinya kereta kelinci di jalanan memang melanggar Undang- Undang. Sedangkan dari sisi keselamatan, keberadaan kereta kelinci membahayakan bagi pengguna itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya, termasuk merusak struktur jalan.

“Terus terang kami sendiri tidak punya wewenang pengawasan. Namun memang harus dikandangkan. Apa pun kendaraan bermotor yang dimodifikasi itu juga harus lengkap dokumennya. Dari sertifikat uji tipe laik jalan, batas muatan harus berapa, itu harus sesuai syarat,” tandas Joko.

Di sisi lain, Dishub mengimbau para pemilik kereta kelinci agar mengembalikan kendaraan modifikasi bercat warna-warni dengan gandengan untuk mengangkut penumpang tersebut sesuai bentuk aslinya atau spesifikasi. Modifikasi boleh dilakukan jika mendapatkan rekomendasi dari agen tunggal pemegang merk (ATPM) atau bengkel yang ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian.

“Kereta kelinci di mana pun enggak ada. Kalau mau legal ya harus ada sertifikat uji tipe.  Kemudian bengkel atau karoseri yang ditunjuk setelah lulus uji tipe diterbitkan surat keputusan pengesahan rancang bangun dan rekayasa. Tidak bisa sembarangan karena bukan produk (angkutan) massal,” papar Joko.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge