0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Razia Kereta Kelinci Dianggap Matikan Rezeki, Ini Kata Kapolres

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono menegaskan, gencarnya larangan dan penindakan terhadap keberadaan kereta kelinci sudah sesuai amanat Undang- Undang (UU). Penertiban bukan bertujuan untuk mematikan ekonomi pemilik, sopir, maupun kernet kereta kelinci.

“Kami bekerja berdasarkan UU. Jangan dibalik, kita menindak karena untuk menutup atau mematikan rezeki. Tapi ini justru untuk keselamatan,” ujar Kapolres Klaten melalui Kasatlantas Polres Klaten AKP Adhityawarman, Senin (29/1).

Berdasarkan UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU Lalu Lintas), dia menyebut, terdapat sejumlah pasal yang dilanggar saat mengoperasikan kereta kelinci. Meliputi, Pasal 280 tentang Kendaraan Bermotor (ranmor) tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri.

Kemudian, lanjut dia, Pasal 281 tentang mengemudikan ranmor di jalan tidak memiliki SIM, Pasal 285 ayat (2) tentang ranmor tidak memenuhi persyaratan teknis, meliputi penggandengan dan penempelan, Pasal 288 ayat (3) tentang ranmor dan atau kereta gandengannya/tempelannya tidak dilengkapi dengan surat keterangan uji berkala dam tanda lulus uji berkala.

“Terakhir ialah Pasal 287 ayat (6), berbunyi, melanggar aturan tata cara pengandengan dan penempelan dengan kendaraan lain. Jadi, kita enggak pernah mengenal kereta kelinci sebagai moda transportasi. Sudah begitu berani mengangkut puluhan orang. Kalau sampai terjadi kecelakaan gimana,” papar Kapolres.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge