0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cegah Penyakit Difteri, Personel Korem 074/Warastratama Diberi Penyuluhan

Penyelenggaraan penyuluhan tentang penyakit difteri di Aula Makorem Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Maraknya penyakit difteri belakangan ini membuat berbagai pihak waspada terhadap serangan penyakit berbahaya. Tak terkecuali, Korem 074/ Warastratama Solo. Ratusan personel TNI dan PNS di kalangan Korem 074 diberikan wawasan melalui kegiatan penyuluhan yang digelar di Aula Makorem setempat pada Senin (29/1) siang.

“Total ada sebanyak 142 anggota TNIdan PNS mengikuti kegiatan penyuluhan antisipasi penyakit difteri,” terang Kepala Penerangan Korem, Kapenrem, Kapten Inf Alfian Yudha kepada wartawan.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, dr Teky Widyarini. Dalam paparannya disampaikan difteri merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium yakni bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi.

Sedangkan, gejalanya yang ditimbulkan oleh penyakit disteri ini meliputi sakit tenggorokan, demam tinggi, muncul pseudomembran atau keputihan di tenggorokan. Tak hanya itu, bagi penderita penyakit difteri juga akan merasakan pangkal lidah sukar dilepas dan mengalami pendarahan berdarah. Lalu, leher membengkak dan sesak napas disertai bunyi serta terasa sakit saat menelan.

“Difteri ini banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana angka vaksinasi masih rendah. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun,” kata dokter dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 04-04-04 Kota Solo tersebut.

Terkait cara penanganan jika personel terjangkit penyakit disteri, kata dr Teky, dengan segera membawa ke dokter. Dokter akan memberikan suntikan antitoksin untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri. Setelah itu, dokter akan memberikan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi.

“Untuk mpencegahan penyakit ini, perlu menerapkan hidup bersih dan sehat dilingkungan sekitar. Sedangkan, untuk melawan penyakit diftery dengan pemberian vaksin Difteri, biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan,” katanya.

Dengan diadakan kegiatan tersebut, pihaknya berharap anggota Korem 074/Warastratama dan jajaran memiliki wawasan terhadap difteri. Dengan begitu, dapat mengantisipasi, mencegah dan mengambil tindakan apabila di keluarga, tetangga atau lingkungannya, mendapati indikasi seseorang terkena virus difteri.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge