0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Upaya Mewujudkan Solo sebagai Kota Animator

FSRD ISI Solo menggelar workshop Animasi 3D (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menggelar workshop Animasi 3D. Training Animasi 3D ini diselengarakan secara gratis mulai 29 Januari – 23 Februari 2018.

“Selanjutnya peserta akan kita arahkan dengan perusahaan industri 3D yang bekerjasama dengan ISI Solo, seperti Manimonki Studio, 8 Mata Studio, dan ARK Studio,” kata Kaprodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Solo Basnendar, Senin (29/1).

Kegiatan ini bertempat di Lab Editing Prodi Televisi dan Film FSRD ISI Solo di Kampus 2 Mojosongo. Training tersebut diadakan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar yang bekerja sama dengan FSRD ISI Solo dan industri animasi Soloraya (Monimonki Studio, 8 Mata Studio, dan ARK Studio).

“Untuk kali ini peserta kita batasi sebanyak 24 orang. Dan kita lakukan seleksi terhadap peserta, melalui portofolio yang dikirimkan kepada kami,” imbuhnya.

Selesai pelatihan, peserta akan diuji kompetensi oleh asessor LSP, dan peserta yang lulus diberikan sertifikat kompetensi. Seleksi dilakukan terhadap puluhan peserta yang mendaftar secara daring. Peserta yang datang tak hanya dari kawasan Solo saja, melainkan dari DKI Jakarta, Surabaya, Bali dan Sumatera.

Kedepannya, kata Basnendar, dirinya ingin Solo memiliki animator-animator yang handal, sehingga Solo tak hanya dikenal sebagai Kota Batik, tapi juga Kota Animator.

Saat ini sudah tersedia wadah komunitas Animasi Soloraya (ANSORA) yang terdiri atas animator, akademisi, dan pelaku industri animasi.

Sekadar informasi, Monimonki dikenal dengan produksinya animasi Petualangan Si Unyil, 8 Mata Studio dengan produksi Sopo Jarwo, dan ARK Studio memroduksi Digiro dan Dongeng Nusantara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge