0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembangunan Masjid Sriwedari, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Ahli Waris

Solo – Pembangunan masjid di lahan Sriwedari dinilai oleh ahli waris sebagai sebuah kebijakan yang mengadu antara pihak satu dengan pihak yang lain. Ini dirasakan, setelah upaya yang terkesan ngotot dari Pemerintah Kota (Pemkot) padahal keputusan dari Mahkamah Agung (MA) terkait kepemilikan Sriwedari sudah jelas tertera.

“Kalau kami menilai, ada pihak yang sengaja membenturkan antara kepentingan satu dengan kepentingan yang lain,” terang kuasa hukum ahli waris lahan Sriwedari, Anwar Rahman kepada Timlo.net, Minggu (28/1) siang.

Menurut Rahman, seharusnya Pemkot menghargai keputusan hukum yang telah dikeluarkan. Sehingga, tidak seakan-akan unjuk kekuatan dalam melakukan pembangunan masjid di kawasan yang telah dimiliki oleh ahli waris. Disisi lain, hukum yang dijunjung tinggi wajib ditaati oleh semua kalangan. Tak terkecuali, Pemkot Solo yang saat ini ngotot mendirikan masjid di lahan sekitar hampir 10 hektar tersebut.

“Hukum wajib dipatuhi siapapun. Lha kalau pemerintahannya saja gak taat hukum, bagaimana dengan warganya? Lalu, kita akan meminta keadilan pada siapa,” keluh Anwar.

Menurutnya, seharusnya Pemkot mengajak pihak-pihak berkepentingan untuk duduk bersama membahas pendirian masjid yang ada di lahan Sriwedari. Selama ini, Anwar mengaku bahwa pihak ahli waris sama sekali tidak dilibatkan dalam rencana pendirian masjid yang menelan biaya hampir Rp160 Miliar tersebut.

“Kalau pengen dirikan masjid, ya ngomong baik-baik. Butuhnya lahan berapa, kita gak keberatan kok. Tapi, kalau kayak gini kesannya kan gak aturan,” tandas Anwar.

Pihaknya berharap, masalah pendirian masjid di Sriwedari ditanggapi secara arif dan bijaksana mengacu pada aturan yang telah ditetapkan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge