0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BPCB Identifikasi Kondisi Bangunan Keraton

Wahyu Broto Raharjo (foto: Heru Murdhani)

Solo – Ambruknya tembok Dalem Prabuwinatan, Langensari dan atap pendopo Dalem Suryohamijayan membuat Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah bergerak cepat. BPCB merasa perlu melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan Keraton Kasunanan Surakarta.

“Perlu identifikasi menyeluruh. Baik yang masih di dalam kompleks keraton, maupun di luar kompleks Keraton,” ungkap Pengkaji BPCB Jateng, Wahyu Broto Raharjo, Sabtu (27/1).

Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir ada dua bangunan di Kompleks Keraton Solo yang ambruk. Pada Senin (15/1) malam, tembok pagar Dalem Prabuwinatan ambruk diikuti sebagian tembok bangunan sentral yang berbatasan dengan Dalem Prabuwinatan.

Pada Kamis (25/1), atap pringgitan Dalem Suryohamijayan juga runtuh. Dalem Suryohamijayan dibangun Paku Buwono (PB) IV sekitar abad 17 yang kini sudah dimiliki yayasan Purna Bakti Pertiwi.

Mengenai dua bangunan di keraton yang runtuh, Broto mengatakan hal itu wajar mengingat usia apalagi tembok bangunan keraton yang tebalnya 30 sentimeter dulu dibangun tanpa perkuatan.

“Bangunan ini dibangun tanpa perkuatan. Karenanya faktor usia sangat mempengaruhi kondisi fisik bangunan,” kata dia.

Mengenai ambruknya tembok Dalem Prabuwinatan, Langensari pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah Kota Solo melalui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Sedangkan bagi Pendapa Suryahamijayan, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pemilik rumah, untuk merehabilitasi bangunan karena ndalem itu adalah bangunan cagar budaya sehingga perlu dilestarikan.

“Kita akan segera keluarkan rekomendasinya, baik kepada pemerintah kota maupun bagi keluarga,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge