0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Maksimalkan Penyerapan, Bulog Punya Jurus Baru

(Ilustrasi) Stok beras gudang Bulog (dok.timlo.net/tarmuji)

Solo — Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki standar ganda untuk penetapan harga pokok pembelian (HPP) beras dari petani.  Kebijakan tersebut mengacu pada regulasi yang baru seperti yang telah diterima Bulog belum lama ini.

“Jadi selain mengacu pada Inpres Nomor 5 Tahun 2015, pada pertengahan bulan lalu regulasi baru telah keluar dan bisa kita jadikan sebagai pedoman untuk menentukan pembelian beras kepada petani,” ujar Kepala Bulog Subdivre III Solo, Titov Agus S kepada wartawan, Sabtu (27/1).

Menurutnya, HPP yang ditetapkan pemerintah dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015 itu sebesar Rp 7.300 per kilogram untuk medium. Acuan itu masih digunakan Bulog saat harga dipasaran stabil.  Namun jika harga mulai melambung tinggi, Bulog bisa menggunakan regulasi yang kedua, dengan HPP yang ditetapkan sebesar Rp 8 ribu per kilogram untuk medium dan Rp 9 ribu per kilogram untuk beras premium.

“Harapannya dengan regulasi yang baru ini bisa menjawab persoalan. Karena selama ini kita cukup kesulitan melakukan penyerapan beras dari petani karena memang HPP yang diatur tidak bisa menjangkau,” jelasnya.

Selain regulasi itu, Titov menyampaikan untuk memaksimalkan penyerapan beras yang dilakukan Bulog juga menggandeng dengan mitra kerja pengadaan. Baik yang berasal dari satgas, Gapoktan maupun dari penggilian padi yang tersebar di Soloraya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge