0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pengusaha dan Jukir Soba Tolak Sistem Parkir Baru

Salah satu areal parkir di kawasan Solo Baru (timlo.net/putra kurniawan)

Solo Baru — Rencana Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menerapkan parkir sistem gate mendapat penolakan pelaku usaha dan juru parkir di kawasan Solo Baru. Mereka menilai belum sistem tersebut belum tepat diterapkan di enam blok ruko di Solo Baru karena teknisnya belum jelas dan lahan yang digunakan parkir milik mereka dan bukan tanah negara.

“Saya rasa pemerintah terlalu tergesa-gesa menerapkan sistem gate ini, karena teknisnya kita belum tahu dan sosialisasi masih sangat kurang. Jadi kami selaku pemilik lahan usaha di sini banyak yang resah, apakah pemilik, warga dan karyawan nantinya juga bayar atau bagaimana,” kata salah satu pemilik usaha di salah satu blok Solo Baru, Indra, Jumat (26/1).

Sehari sebelumnya Isra Harly Wahyudin, pemilik usaha Omega com solo, mendatangi Kantor Kecamatan Grogol dan menyerahkan surat pernyataan warga sepanjang jalan Ir Soekarno, yang menolak proyek parkir gate tesebut. Para pengusaha yang menghuni enam blok di Solo Baru keberatan jika tetap diterapkanĀ  parkir sistem gate yang rencananya akan ditetapkan tahun ini.

Tidak hanya pelaku usaha, para jukir juga mengaku resah karena kuatir ladang pekerjaannya hilang digantikan mesin komputer. Kalaupun dijanjikan akan diangkat sebagai petugas parkir gate, mereka masih resah karena belum ada penjelasan lebih lanjut.

“Saya sudah parkir disini 15 tahun. Setelah ramai kok diminta pemerintah. Kita juga resah, bagaimana kelanjutan pekerjaan kami. Tiap hari kita juga setor parkir ke Dishub sekitar 50 ribu per blok. Memang kita dijanjikan akan dijadikan karyawan di parkir gate itu, tapi apa semua bisa diangkat. Satu blok sini ada 8 petugas. Belum blok lain, sekitar total ada 50 an jukir,” tandas Supardi (46) warga Kadilangu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge