0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembunuh Sopir Taksi Online Peragakan 28 Adegan

Dua tersangka pembunuh sopir taksi online di Semarang, IBR (16) dan DIR (15), menjalani rekonstruksi (merdeka.com)

Timlo.net – Dua tersangka pembunuh sopir taksi online di Semarang, IBR (16) dan DIR (15), menjalani rekonstruksi, Jumat (26/1). Keduanya memeragakan 28 adegan, mulai dari memesan taksi online hingga saat membuang jasad korban Deni.

Reka ulang adegan tersebut dilaksanakan di tiga tempat kejadian perkara. Dimulai dari tempat tinggal tersangka IBR di daerah Lemah Gempal, saat merencanakan dan memesan taksi online yang hendak mereka tunggangi.

Tidak lama kemudian Deni datang dengan mengendarai mobil Nissan Grand Livina warna hitam. Setelah itu, kedua tersangka meminta diantar ke daerah Sambiroto, Tembalang.

Di Jalan Cendana Selatan IV, mobil yang mereka tunggangi berhenti. Tersangka kemudian membayarkan sejumlah uang dan ternyata kurang.

Tersangka DIR yang duduk di samping sopir mengarahkan untuk menuju ke suatu tempat dengan maksud mengambil uang tambahan.

Masih berada di lokasi yang sama, IBR yang duduk di belakang korban tiba-tiba melintangkan sebilah pisau belati ke leher Deni. Belati tersebut dipegang menggunakan kedua tangan IBR.

IBR mengeksekusi korban dengan menggesekkan belati di leher korban pada adegan ke-11. Kemudian pada adegan ke-12, korban meronta hingga kaki kanannya keluar dari jendela dan mengenai spion hingga patah.

Lalu pada adegan ke-20 IBR keluar dari mobil untuk menurunkan jasad korban dan mengambil alih kemudi mobil yang mereka tunggangi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan, reka ulang adegan tersebut dilaksanakan untuk melengkapi berkas penyelidikan.

“Mereka mengeksekusi korban sekitar 5 sampai 7 menit hingga korban tewas,” imbuh Fahmi, Jumat (26/1).

Dikatakan dia, tersangka nekat melakukan aksinya karena terinspirasi video game. “Kalau inspirasi pelaku sering main game yang mungkin sifatnya sadis,” ujarnya.

Disinggung mengenai motif pelaku, Fahmi menegaskan bahwa IBR nekat membunuh dan menguras harta korban karena masalah perekonomian. Meski demikian, ia juga menuturkan adanya kemungkinan lain.

“Untuk sementara, dia melakukan aksinya karena perekonomian. Dia ingin membayar uang sekolah yang kurang. Motivasi lain ya kemungkinan eksistensi diri,” lanjutnya.

Rekonstruksi tersebut menarik perhatian masyarakat. Mereka yang menonton menghujat para pelaku yang dengan sadis membunuh korban.

Istri Deni, Nur Aini tak kuasa menahan air matanya tatkala menyaksikan adegan demi adegan yang akhirnya menewaskan suaminya itu. Dia bahkan sempat pingsan.

[rzk]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge