0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tekan Angka Inflasi, TPID Solo Kembali Gelar Operasi Pasar

Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto saat Sidak di pasar (dok.timlo.net/setyo pujis)
Solo — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo berencana kembali melakukan operasi pasar, Senin-Selasa (29-30/1). Operasi pasar itu akan dilakukan di tiga titik, yaitu Pasar Legi, Pasar Gede dan Pasar Nusukan.
“Operasi pasar ini untuk menjaga agar Inflasi Solo tetap stabil rendah,” ujar Asisten Pengembangan Ekonomi Setda  Solo, Triyana kepada wartawan,  Jumat (26/1).
Dalam menggelar operasi pasar itu, TPID Solo akan menggandeng sejumlah instansi. Di antaranya Bulog,  Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) serta Perusahaan Umum Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan.
Sedangkan untuk mekanisme operasi pasar akan dilakukan dua strategi. Yaitu untuk komoditas cabai dan daging ayam ras melibatkan pedagang dengan sistem subsidi. Adapun untuk komoditas beras,  minyak goreng, daging sapi, gula pasir serta LPJ dijual langsung kepada konsumen.
“Dalam operasi pasar ini Bulog menyediakan 8 ton beras medium, 12 ton beras premium, 2 ton gula pasir, 1500 liter minyak goreng dan 600 kg tepung terigu,” jelasnya.
Sedangkan dari PPI, lanjut dia, menyediakan minyak goreng 1000 liter, daging sapi 150 kg. Pedaringan menyediakan beras C4 premium sebanyak 1 ton. Dan Pertamina menyediakan 600 tabung LPG tiga kilogram.
Sementara itu, Wakil Ketua TPID Solo Bandoe Widiarto menyampaikan,  operasi pasar ini diharapkan dapat menekan angka inflasi. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi akan menjadi tidak ada artinya jika angka inflasi tetap tinggi.
“Harapan kita dengan adanya operasi pasar ini laju inflasi kota Solo bisa terkendali. Karena target inflasi tahun ini 3,5 plus minus satu,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge