0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Keterlambatan Distribusi Pupuk Jadi Masalah Tahunan 

Pupuk organik (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Masalah ditribusi pupuk menjadi masalah klasik setiap tahun saat memasuki musim tanam. Kondisi tersebut perlu menjadi evaluasi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelesaikannya. Pasalnya, keterlambatan distribusi pupuk bisa mempengaruhi kualitas hasil produksi tanaman padi.

”Pemupukan itu kan 20 hari, kalau kelewat itu ya tidak akan maksimal, padahal keterlambatan bisa sampai 10 hari,” kata Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto, Kamis (25/1).

Bambang mengaku menerima banyak meluhan dari masyarakat terkait keterlambatan pupuk itu. Pemerintah harusnya membenahi bagaimana agar distribusi tidak terlambat. Pupuk subsidi keterlambatan berjalan setiap musim.

Menurutnya, petani tidak mau kalau ada keterlambatan. Makanya kalau dari umur pertama setidaknya 10 hari belum datang, akhirnya mengambil pupuk alternatif.

Politisi Paratai Golkar ini menyinggung kedatangan Petrokimia Putra untuk memberi pelatihan Babinsa di Kodim 0725/ Sragen beberapa waktu lalu dinilai tidak efektif.

”Sebenarnya soal pemupukan bagaian sehari-hari petani, campuran dan sebagainya, jadi tidak perlu diajari sudah paham, sudah ahlinya” ujarnya.

Salah satu pegawai Distributor Pupuk Sragen Murni Tri Jaya, Nelly Rusmini menyampaikan, kalau petani maupun kios resmi aktif mengajukan permohonan kebutuhan pupuk ke distributor, maka tidak ada keterlambatan pupuk.

“Namun kenyataanya, masa pemupukan yang sekitar dua minggu lagi ini, belum ada kios pengecer resmi yang mengajukan kebutuhan pupuk. Padahal saat ini stok pupuk di gudang kami sudah menumpuk, tapi belum ada permintaan dari petani melalui kios pengecer,” papar Nelly.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge