0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SBY Dikaitkan Kasus e-KTP, Demokrat: Itu Fitnah

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (merdeka.com)

Timlo.net – Kesaksian Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir dalam persidangan kasus e-KTP kemarin menuai protes dari Partai Demokrat. Wasekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengatakan, penyebutan nama Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kesaksian Mirwan Amir merupakan fitnah.

Riefky menegaskan SBY tidak mempunyai pikiran untuk ikut mengatur proyek e-KTP dari kediamannya di Cikeas, Jawa Barat.

“Itu fitnah, tidak pernah pak SBY mengatur proyek, beliau lebih penting memikirkan nasib dan kesejahteraan masyarakat. Tunjukan buktinya,” kata Riefky, Jumat (26/1).

Menurutnya, program e-KTP merupakan program rakyat untuk kepentingan Pemilu. Jika ada yang menyalahgunakan program e-KTP, kata dia, itu demi keuntungan kepentingan pribadi.

Dia menilai tidak nyambung jika kasus korupsi e-KTP yang terjadi akhirnya dikait-kaitkan dengan SBY yang saat itu menjadi kepala negara.

“Janganlah sebentar-bentar menyeret-nyeret kepala negara seperti Ibu Megawati, Pak SBY dan Pak Jokowi ke dalam kasus hukum. Ini jelas merupakan oknum yang menyalahgunakan program rakyat demi keuntungan pribadi,” tegas Riefky.

“Mari kita serahkan kasus ini kepada aparat hukum khususnya KPK untuk membuka secara terang-benderang kasus e-KTP ini,” sambungnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari Fraksi Demokrat, Mirwan Amir mengatakan adanya kesalahan terhadap proyek e-KTP tapi tetap diteruskan karena adanya desakan. Hal tersebut dikatakannya saat menjadi saksi pada sidang kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Awalnya, penasihat hukum Setya Novanto, Firman Wijaya mengajukan pertanyaan mengenai proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut kepada Mirwan sebagai perwakilan Partai Demokrat di Banggar.

Mirwan pun mengatakan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat, agar proyek tidak dilanjutkan karena ada beberapa kesalahan.

“Sempat menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan, tapi Pak SBY bilang ini menuju Pilkada jadi proyek ini diteruskan,” ujar Mirwan menjawab pertanyaan Firman, Kamis (25/1).

“Alasannya apa?” tanya Firman lagi.

“Saya hanya sebatas itu saja habis itu saya tidak punya posisi, saya tidak punya kekuatan untuk menyetop program e-KTP ini tapi saya sudah sampaikan itu pemenang pemilu atas saran Pak Yusnan Solihin karena memang ada masalah saya tidak tahu secara teknisnya,” jelasnya.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge