0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Orang Pembuat SIM Palsu Diciduk Polisi

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Tiga orang warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ditangkap polisi karena menjadi sindikat pemalsu surat ijin mengemudi (SIM) dan surat berharga lainnya. Mereka adalah Ahmad Shofii (50) warga Desa Centong, Pujiono (43) warga Desa Tawar, dan Kamid (40) warga Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Ketiganya ditangkap setelah polisi melakukan operasi lalu lintas dan mendapati SIM yang diduga palsu. Setelah dikembangkan, SIM tersebut dibuat oleh salah satu tersangka di rumahnya di Kecamatan Gondang.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, ketiganya ditangkap pada Rabu (24/1) sekitar pukul 23.00 WIB, setelah polisi melakukan operasi lalu lintas dan mendapati SIM dari salah satu sopir truk yang diduga palsu. Setelah dilakukan penyelidikan dan dikembangkan, polisi berhasil mengamankan tersangka pembuat SIM palsu dan seorang perantaranya.

“Ini kaitannya dengan kasus pemalsuan dokumen dan surat-surat berharga. Diawali dari kecurigaan SIM yang diduga palsu. Lalu dilakukan penyelidikan dan pengembangan berhasil diungkap pembuat perantara dan pengguna,” kata AKBP Leonardus Simarmata, Kamis (25/1).

Leo mengatakan, modus pemalsuan SIM yang dilakukan tersangka dengan menghapus tulisan jenis SIM dengan obat nyamuk lotion. Kemudian ditempel dengan stiker plastik yang sudah diprint dengan jenis SIM sesuai dengan pesanan.

Tarif pembuatan SIM palsu ini oleh tersangka dipatok harga Rp 300 Ribu. Sedangkan surat berharga lainnya seperti KTP, SKCK dan ijazah, pemesan dikenakan biaya antara Rp 25 Ribu hingga Rp 30 Ribu perlembarnya.

“Ini sudah dilakukan para tersangka selama 3 tahun. Ada ratusan surat berharga palsu yang sudah dibuat oleh tersangka dengan tarif Rp 300 Ribu untuk SIM. Itu dibagi dengan perantaranya, Rp 200 Ribu untuk pembuat dan Rp 100 Ribu untuk perantara,” terang Leo.

Sedangkan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan surat-surat berharga palsu ini, para tersangka membuatnya sendiri. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti satu unit perangkat komputer, satu unit perangkat printer, satu unit perangkat laminating dan sejumlah surat berharga palsu.

“Para tersangka kita kenakan pasal yang berbeda, untuk pembuatnya kita jerat pasal 264 KUHP sedangkan perantaranya kita kenakan pasal 263 KUHP. Ancaman hukumanya maksimal 8 tahun kurungan penjara,” ucap AKBP Leonardus Simarmata.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge