0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

138 Anak di Lima Kelurahan Diintai Masalah Sosial

Solo — Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integrtif (PLKSAI) Solo memetakan setidaknya ada 138 anak di lima kelurahan di Solo berisiko tinggi mengalami masalah sosial. Ratusan keluarga tersebut kini berada dalam pendampingan PKLSAI.

“Ada banyak kriteria. Misalnya orang tuanya pernah bercerai, orang tuanya menikah muda, atau dari rumah tangga sangat miskin, orang tuanya bermasalah hukum. Macem-macem,” Pengolah Data PLKSAI Dinas Sosial Solo, Wulan Probowati, Kamis (25/1).

Pemetaan tersebut ditujukan sebagai langkah preventif Pemkot Solo dalam menekan berbagai potensi permasalahan terhadap anak. PLKSAI memetakan keluarga berisiko tinggi menggunakan Basis Data Terpadu (BDT) dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Dari data tersebut, PLKSAI menyaring sekitar 2.500-an anak yang rawan masalah sosial. Sebanyak 138 di antaranya masuk kategori risiko tinggi.

“Data ini kita dapatkan dari pemetaan di Kelurahan Semanggi, Mojosongo, Jebres, Kadipiro, dan Nusukan pada awal 2017 lalu,” kata

Wulan mengakui pemetaan yang dilakukan PLKSAI belum mampu mencakup seluruh wilayah Kota Solo. Pasalnya, lembaga yang dibentuk akhir 2016 lalu itu masih dalam tahap uji coba.

“Jadi anggaran dan personelnya memang masih sangat terbatas,” kata dia.

Sesuai tugas pokok dan fungsinya, PLKSAI mendampingi ratusan anak tersebut sepanjang 2017. Pendampingan dilakukan dengan kunjungan ke rumah (home visit) secara berkala oleh tim khusus yang bertugas mengadvokasi anak-anak tersebut.

“Kondisi anak-anak itu kan macem-macem. Ada yang rentan menjadi pelaku kekerasan, ada yang rentan jadi korban pelecehan seksual, dan lain sebagainya. Kita beri pendampingan sesuai kondisi mereka,” kata Psikolog PLKSAI, Wiwik Widiani.

Sebagai lembaga yang baru berumur setahun lebih sedikit, tentunya sulit mengukur keberhasilan PLKSAI. Apalagi pendataan kasus yang berkaitan dengan anak-anak baru dilaksanakan Pemkot mulai tahun 2017. Kendati demikian, Wiwik optimis kehadiran PLKSAI akan memberi dampak positif terhadap masa depan anak-anak di Solo.

“Memang tugas kita melihat masalah sebelum terjadi dan bertindak untuk mencegahnya,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge