0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tolak Sirkus Lumba-Lumba, Ini yang Dilakukan Koalisi Penyelamat Hewan

Aksi penolakan sirkus lumba-lumba (timlo.net/heru gembul)

Solo — Koalisi penyelamat hewan Solo, bersama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melakukan aksi penolakan terhadap sirkus lumba-lumba, Kamis (25/1). Aksi penolakan tersebut dilakukan di kawasan Alun-alun Selatan (Alkid) Keraton Kasunanan Surakarta, yakni tempat diselenggarakannya pertunjukan sirkus lumba-lumba.

“Pertunjukan sirkus ini selalu mengatasnamakan edukasi, padahal ini bukan edukasi yang bagus untuk anak-anak kita,” ungkap Amagraga dari JAAN.

Dia mengatakan sirkus hanya memperdulikan pada pendapatan mereka saja, tanpa memperdulikan kesejahteraan hewan. Lumba-lumba juga dipaksa bekerja dalam kondisi lapar, sehingga mau menuruti perintah dari pawang.

Selain itu kondisi kolam yang tak teratur tingkat keasamannya memicu stress bagi mamalia air ini. Kondisi kolam yang sempit juga memperpendek umur Lumba-lumba.

“Karena Lumna-lumba ini mengeluarkan sonar yang bisa mencapai 200 kilometer atau 120 mil, dengan kolam sesempit itu adalah penjara bagi Lumba-lumba,” katanya.

Ditambahkan Lumba-lumba di alam liar mencapai 30-40 tahun. Sedangkan usia Lumba-lumba yang berada di sirkus hanya berkisar 5-8 tahun.

“Kemudian mereka akan mengambil dari alam lagi, untuk dipekerjakan lagi. Mata rantai ini harus kita putus,” ungkap dia.

Berdasarkan pengamatan Timlo.net, aksi dilakukan dengan berjalan kaki dan membagikan selebaran berisi informasi tentang kehidupan lumba-lumba bagi para penguna jalan. Aksi juga dilakukan dengan menggelar orasi terbuka di ruas Jl Veteran.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge