0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

CSR Ratusan Perusahaan di Klaten Masih Rendah

Bupati Klaten Sri Mulyani saat menyerahkan bantuan CSR dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di kompleks parkir Candi Sojiwan (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) menilai pelaporan dana corporate social responsibility (CSR) ratusan perusahaan yang beroperasi di wilayah Klaten masih rendah. Bahkan sebagian perusahaan tidak memiliki divisi khusus yang menangani CSR.

“Yang rutin melaporkan CSR itu sebanyak 41 perusahaan. Tapi sampai Desember kemarin yang melaporkannya hanya 15 perusahaan saja,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Ekonomi Bappeda sekaligus Ketua Forum CSR Klaten, Wahyu Hariadi, Kamis (25/1).

Ia mengungkapkan, dari 134 perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) di Klaten hanya 15 perusahaan atau sekitar 11 persen saja yang melaporkan kegiatan CSR-nya pada 2017.

Padahal sesuai Peraturan Daerah (Perda) Klaten Nomor 9/2014 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, lanjut dia, juga diatur tentang sanksi bagi perusahaan yang dinilai tidak tertib dalam melaksanakan program CSR. Sanksi itu mulai dari teguran secara lisan, tertulis, hingga tidak diperpanjangnya izin operasional perusahaan.

“Nilai CSR dari 15 perusahaan pada 2017 sebesar Rp 9,3 miliar. Jadi CSR hanya semacam sampiran karena perusahaan belum punya divisi khusus untuk CSR. Ada juga yang belum paham apa itu CSR. Jadi donasi maupun kegiatan sosial kadang dianggap sudah CSR,” ungkap Wahyu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge