0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Klarifikasi Aduan Pria Berinisial AL ke Ombudsman

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Ombudsman RI menerima aduan dari seorang pria berinisial AL yang pernah diperiksa terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Jadi saya ingin menyampaikan yang pertama dengan surat dari Ombudsman. Jadi Ombudsman mengirim surat ke Polda Metro Jaya pada 16 januari yang isinya bahwa Ombudsman telah menerima surat atau pengaduan dari seseorang atas nama AL,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (25/1).

AL sebelumnya pernah diperiksa pada tahun 2017 lalu dengan kasus yang sama. Dirinya dituding sebagai pelaku.

“Jadi yang bersangkutan tersebut pernah dipanggil oleh Polres Jakarta Utara berkaitan dengan kasus penyiraman saudara Novel sebagai saksi ya dipanggil,” ucap Argo.

Akibat pemeriksaan itu, banyak pihak yang menduga dirinya adalah pelaku. AL yang bekerja sebagai penjaga keamanan (sekuriti) terpaksa dipecat dari pekerjaannya. Padahal, dirinya bukan pelaku yang menyiram penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

“Setelah dipanggil sebagai saksi kemudian beredar ya bahwa yang bersangkutan ini diduga pelakunya. Jadi dengan adanya dugaan dugaan itu yang beredar akhirnya dia dikeluarkan dari pekerjaannya. Intinya setelah diperiksa dan banyak orang yang bilang bahwa dia pelakunya akhirnya dia merasa tidak nyaman sehingga dikeluarkan dari pekerjaannya,” tutur Argo.

Lantas AL merasa dirugikan dan mengadu ke Ombudsman. Saat ini pun Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala bersama timnya sedang mengklarifikasi dengan penyidik Dirkrimum Polda Metro Jaya.

“Pak Adrianus dan tim ya kemudian nanti penyidik akan menyampaikan untuk klarifikasinya seperti apa menjelaskan berkaitan dengan apa yang telah dilaporkan oleh penyidik atas saksi AL ini. Jadi nanti penyidik yang menjelaskan ke Ombudsman seperti apa ceritanya, kronologinya, dan fakta hukumnya seperti apa,” terang Argo.

Status AL saat diperiksa di Polres Jakarta Utara 2017 adalah sebagai saksi yang merasa dirugikan. Namun, kata Argo polisi tetap mengulik aktivitas AL sebelum kejadian penyiraman yang membuat mata Novel Baswedan rusak.

“Ya polisi kan sudah memeriksa sesuai dengan profesional, yang bersangkutan ini sebagai saksi dia itu tanggal 11 April sebelum kejadian ada di mana, tanggal 12 sebelum kejadian ada di mana, tanggal 13 sebelum kejadian ada di mana kita bisa memeriksa dia dengan alibi-alibi nya dengan bukti buktinya tanggal 10 malam itu kan dia dinas terus tanggal 11 off ya,” urai Argo.

“Di rumah sama siapa ada saudaranya kita periksa, keluar rumah jam berapa ada tetangga melihat kita periksa tetangganya semuanya kita periksa CCTV juga kita periksa,” sambungnya.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge