0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tok! Bos REI Solo Divonis Bersalah, Ini Hukumannya

Terdakwa kasus penipuan jual beli apartemen, Antonius Hendro Prasetyo usai menjalani persidangan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Solo, Antonius Hendro Prasetyo divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo dalam kasus penipuan jual beli apartemen di Kawasan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Majelis hakim PN Solo menjatuhkan hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Antonius Hendro Prasetyo dengan hukuman enam bulan penjara, percobaan satu tahun dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 2.000 kepada terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim, Agus Iskandar membacakan vonis hukuman, Kamis (25/1) siang.

Pertimbangan hakim menjatuhkan vonis hukuman lantaran terdakwa sebagai agen property terbukti kurang cermat dalam memahami undang-undang No.1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman. Menurut Majelis Hakim, seharusnya penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dilakukan usai terbitnya surat izin pembangunan apartemen yang diperjualbelikan. Selain itu, wujud fisik pembangunan apartemen yang diperjualbelikan juga harus nampak minimal 20 persen dari total keseluruhan bentuk yang dibangun. Pertimbangan lainnya adalah, lahan yang digunakan untuk pembangunan apartemen M-Icon milik Ratna Kusuma Rini juga dinilai masih dalam sengketa.

“Dalam hal ini, terdakwa kurang cermat memahami UU No.1 Tahun 2011,” kata Hakim.

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim, sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman enam bulan penjara dengan percobaan selama satu tahun. Artinya, jika terpidana Antonius Hendro Prasetyo melakukan tindak pidana dalam jangka waktu 12 bulan, maka yang bersangkutan wajib menjalani hukuman penjara selama enam bulan di Rutan Kelas I Solo terhitung sejak vonis dijatuhkan oleh Majelis Hakim.

Terkait putusan hakim tersebut, Pihak JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo dan Penasehat Hukum terdakwa masih menyatakan pikir-pikir.

Kasus ini bermula saat seorang warga Korea, Yun Tae Kim atau biasa dikenal dengan Mr Kim tertarik membeli apartemen yang ditawarkan oleh PT Graha Anggara Jaya (M-icon) dalam sebuah pameran real estate di Solo Paragon Mall pada 2015 silam. Waktu itu, Mr Kim tertarik apartemen yang berada di Kawasan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi, harga yang ditawarkan cukup tinggi yakni mencapai Rp 600 juta.

Kim mencari cara untuk mendapatkan harga termurah, hingga akhirnya mendatangi  Antonius  Hendro  Prasetyo  selaku Direktur Utama PT Ataya agen property yang memasarkan apartemen M-Icon. Saat itulah, Mr Kim meminta untuk dibantu mendapatkan harga murah senilai Rp481juta. Setelah mendapatkan harga tersebut, Kim mengajak lima rekannya untuk ikut membeli apartemen M-Icon di Yogjakarta dengan harga yang telah disepakati tersebut. Meski telah menyetorkan sejumlah uang, apartemen M-Icon yang telah dipasarkan itu tidak segera terealisasi. Sehingga, mencuatlah kasus tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge