0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Keraton Kasunanan Solo Gelar Upacara Adat Mahesa Lawung

Keraton Kasunanan Solo menggelar upacara adat Mahesa Lawung (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengadakan upacara adat Mahesa Lawung, di Siti Hinggil, Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (25/1). Upacara ini merupakan peringatan perpindahan Keraton Kasunanan Surakarta dari Kartasura.

“Ini adalah wilujengan (selamatan) perpindahan dari Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta,” ungkap Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KPH Winarno Kusumo.

KPH Winarno mengisahkan perpindahan Keraton Kartasura terjadi pada tanggal 17 Sura tahun Je 1670 penanggalan Jawa atau 12 Februari 1745. Perpindahan diakibatkan geger pecinan yang menyebabkan keraton Kartasura rusak berat.

Raja saat itu Pakuboewono (PB) II menghendaki berdirinya keraton baru di Desa Sala, dan melaksanakan maklumat. Setelah berjalan 100 hari, PB II menginginkan mengadakan wilujengan. Berita tersebut ditangkap oleh Bupati Ponorogo, yang lantas mengirimkan Kerbau yang digunakan untuk wilujengan.

“Karenanya dalam upacara Mahesa Lawung, kepala kerbau menjadi salah satu sesaji yang khas,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Kanjeng Win ini mengatakan, sesaji kepala kerbau setelah didoakan akan ditanam di Hutan Keranda Wahana, di Kabupaten Karanganyar. Selain kepala kerbau, sesaji yang juga ditanam adalah ekor dan kaki. Kepala kerbau melambangkan kebodohan yang harus ditanam.

“Orang Jawa punya istilah, Bodho Longa-longo kaya Kebo. Yang artinya masyarakat itu harus pinter. Kebodohan kan ada di otak, harus kita pedam, supaya kita pintar dan cerdas,” katanya.

Ditambahkan, ada syarat khusus bagi kerbau yang hendak di korbankan. Salah satunya adalah usia kerbau yang masih muda.

“Mahesa dalam bahasa Jawa artinya kerbau. Sedangkan Lawung artinya tombak, hal ini menggambarkan cara penyembelihan kerbau jaman dulu. Tetapi lawung juga berarti masih muda atau bujangan,” imbuh dia.

Berdasarkan pengamatan Timlo.net, sejumlah Abdi dan Sentana Dalem hadir dalam upacara tersebut. Meski begitu Raja Keraton Kasunanan Surakarta, PB XIII tidak menghadiri acara tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge