0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puluhan Mobil Bodong Diamankan Polda Metro

Ilustrasi. STNK (dok.timlo.net/agung)

Timlo.net – Ditreskrimum Polda Metro mengamankan 34 unit mobil bermasalah, di mana dua diantaranya menggunakan STNK palsu. Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam menjelaskan kasus ini bermula saat tim gabungan Subdit 6 Ranmor dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan operasi gabungan dan mendapatkan beberapa kendaraan menggunakan pelat nomor palsu.

“Ternyata mobil mobil ini jaminan fidusia yang telah berpindah tangan tanpa sepengetahuan leasing,” ucap Ade saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (24/1).

Modusnya, pelaku menawarkan kepada calon pembeli kendaraan dengan harga sesuai harga pasar. Namun pelaku menawarkan setengah harga dengan alasan akan diberikan STNK dan akan diberikan BPKB kendaraan setelah ada pelunasan pembayaran.

“Di sinilah rata rata tergiur dengan harga yang murah namun hanya mendapat STNK saja. Setelah pembayaran pelaku sudah tidak dapat dihubungi,” ucap Ade.

Di tempat yang sama, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus mengatakan penyidik belum menetapkan tersangka. Sebab, pengemudi mobil yang kedapatan menggunakan STNK palsu tersebut adalah korban penipuan dari sindikat mobil bermasalah.

“Kasus tersebut masih dalam proses penyidikan sampai ditemukan tersangka yang paling bertanggung jawab terhadap penggunaan STNK palsu tersebut. Tersangka dikenakan pasal 263 KUHP dengan pidana penjara paling lama enam tahun,” terang Antonius.

Polisi mengimbau, bagi masyarakat melakukan transaksi jual beli kendaraan agar meninjau dengan seksama kelengkapan surat kendaraan. Jika calon penjual mengaku BPKB tidak ada dengan alasan digadaikan ataupun itu, segera batalkan transaksi.

Antonius menambahkan, bila ada penjual mengatakan bahwa BPKB mobil masih di perusahaan pembiayaan (finance), segera batalkan transaksi. Sebab, baik penjual maupun pembeli akan melanggar UU No 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“Jangan ragu mengecek nomor rangka dan mesin kendaraan tersebut. Apabila masyarakat mengetahui ada transaksi jual beli kendaraan yang tidak sesuai aturan, segera laporkan kepada Kepolisian terdekat,” imbuh Antonius.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge