0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kedatangan Amran Sulaiman Disambut Yel-Yel Tolak Impor Beras

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Petani Kabupaten Sragen menolak impor beras yang dilakukan pemerintah, karena kebijakan tersebut sangat merugikan petani. Penolakan itu disampaikan puluhan petani dengan yel-yel saat menyambut kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan panen raya di Kampung Candi Asri, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

“Yel-yel petani Sragen tolak impor beras,” teriak puluhan petani, Rabu (24/1).

Ungkapan tersebut menunjukkan rasa jengkel petani terhadap impor beras yang dilakukan pemerintah justeru di saat musim panen tiba. Ratusan petani dari berbagai kelompok menyampaikan aspirasi itu disampaikan langsung ke Mentan Amran Sulaiman begitu tiba di areal panen raya, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang.

Ketua Kelompok Tani, Suharno kepada Mentan menyampaikan, para petani sangat kecewa lantaran kebijakan tersebut. Menurut Suharno, akibat impor beras kini harga gabah saat musim panen turun drastis, sehingga petani merugi.

Penolakan petani itu mendapatkan dukungan dari Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno. Dedy menegaskan Pemkab  Sragen menolak impor beras. Impor beras dinilai akan berimbas pada anjloknya harga gabah dan merugikan petani lokal.

“Para petani yang hadir di sini sudah menyampaikan aspirasi mereka kepada Bapak Menteri Pertanian lewat yel-yel yang diteriakkan oleh mereka yaitu menolak impor beras,” katanya.

Dedy menyatakan, Sragen merupakan penyangga pangan nasional kedua setelah Kabupaten Cilacap. Apalagi lahan pertanian di Sragen saat ini sudah berkurang 220 hektar untuk pembangunan jalan tol sebagai proyek nasional.

Selama ini Pemkab Sragen bersinergi dengan Kodim Sragen dalam menyelenggarakan program ketahanan pangan sehingga penyerapan gabah dapat optimal dan telah terserap pada tahun 2018.

“Dalam masa panen ini Sragen dengan tegas menolak dengan adanya impor beras,” tandas Dedy.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran Sulaiman tidak memberi jawaban atas sikap petani dan Pemkab Sragen yang menolak impor beras. Tapi Amran malah menyampaikan bahwa pemerintah Jokowi – JK pada tahun 2017 dan tahun 2018  sudah berhasil stop impor.

“Indonesia sebagai importir jagung sekarang sudah ekspor jagung, dulu Indonesia sebagai negara pengimpor bawang sekarang sudah ekspor bawang.  Pemerintah Jokowi – JK telah membuka asuransi pertanian dan inilah pertama kali di pemerintahan Indonesia,” paparnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge