0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

TNI Masih Kekurangan Pilot Penerbang

Sisbang angkatan 95 menjalani pendidikan penerbangan di Hanggar Grob Lanud Adi Soemarmo Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kebutuhan pilot penerbang di TNI Angkatan Udara (AU) dinilai masih kekurangan. Terlebih, dengan kehadiran sejumlah Alat Sistem Persenjataan (Alutsista) jenis pesawat tempur Sukhoi yang bakal didatangkan untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Kebutuhan tiap tahun minimal sekitar 50-60 siswa Sekbang (Sekolah Penerbang). Akan tetapi, input hanya sekitar 45 siswa,” terang Danskadik 101 Lanud Adi Sucipto, Letkol Pnb Humaidi Romas, Rabu (24/1) siang.

Dari seluruh siswa Sekbang yang dididik, kata Letkol Romas, tidak serta merta mereka lulus menjalani pendidikan penerbang yang dijalankan sekitar 18 bulan. Para siswa wajib menjalani sejumlah tahapan mulai dari bina kelas, terbang latih dasar dan mengikuti terbang latih lanjut. Setelah semua proses itu dilalui, barulah hasil seluruh siswa akan terlihat.

“Ada yang lolos, ada yang tidak. Tetapi, secara rata-rata hasilnya memuaskan,” jelasnya.

Untuk mengisi kekurangan pilot penerbang pesawat, lanjutnya, TNI Angkatan Udara (AU) membuka jalur Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) yang dibuka tiap tahun.

“Dari jalur inilah, kekurangan pilot pesawat ditutup,” katanya.

Pihaknya berharap, para siswa yang mengikuti pendidikan benar-benar serius dalam mengikuti pendidikan sehingga output yang diperoleh juga memuaskan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge