0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembunuh Sopir Taksi Online Semarang Dikenal Rajin di Sekolah

Pembunuh sopir taksi online di Semarang (merdeka.com)

Timlo.net – Pelaku perampokan dan pembunuhan sopir taksi online di Semarang masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Gatot B Hastowo mengaku turut prihatin atas kejadian ini.

Menurutnya, sebagai pengelola SMA/SMK, harus ada pembenahan dalam upaya mencetak pelajar berkarakter. Dia menegaskan pendidikan karakter sangat penting untuk memberikan penguatan moral dan iman.

“Kami masih butuh berkoordinasi dengan sekolah. Selebihnya ya kami turut menghormati proses hukum yang berjalan,” jelasnya, Rabu (24/1).

Terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Semarang, Suharto menyangsikan pernyataan IBR dan DIR yang membunuh Deni Setiawan untuk membayar SPP. Kedua siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Menurutnya, keduanya telah membayarkan Rp 510.000.

“Pembayaran itu per bulan Rp 170.000, data kami kedua anak ini sudah bayar tiga bulan,” terangnya.

Selain itu, orang tua kedua siswa tersebut merupakan keluarga mampu karena statusnya sebagai pegawai.

“Saya belum konfirmasi langsung, belum ketemu dengan anak-anak itu. Tapi kalau dari sisi ekonomi saya rasa keduanya tidak dari golongan kurang mampu,” paparnya.

Suharto mengaku tidak menyangka kedua anak didiknya bisa berlaku sadis hingga melakukan pembunuhan. Sebab, berdasarkan data kedua anak tersebut di sekolah bersih dari catatan buruk.

“Kedua anak itu rajin, di sekolah juga berperilaku baik,” katanya.

Meski tidak memiliki prestasi menonjol, namun keduanya tidak memikiki catatan khusus selama bersekolah.

“Artinya tidak ada yang mencurigakan dan tidak ada kasus yang dialami kedua anak ini,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Suharto, pada hari Senin (22/1) keduanya tercatat masuk sekolah meskipun hadir terlambat. Mereka mengikuti kegiatan sekolah hingga akhir.

“Senin pagi keduanya masuk tapi terlambat dan mendapat sanksi disiplin dari guru BP. Mereka ikut pembelajaran sampai selesai pukul 15.15 Wib,” ungkapnya.

Disinggung mengenai tiga teman lain yang dikatakan sempat diajak beraksi, Suharto menyatakan tidak mengetahuinya. Ia tidak bisa memastikan bahwa yang akan diajak itu bukan teman sekolah atau teman di lingkungan rumahnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge