0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jewer Bocah SMP, Anggota Polresta Solo Dilaporkan

Mapolresta Solo di Jl Adi Sucipto (dok.timlonet/red)

Solo — Anggota Sat-Bhayangkara Polresta Solo berinisial IN (43) dilaporkan warga lantaran telah menjewer dan menabrak seorang siswa SMP berinisial VP (13) dan Reza (13). Orang tua salah seorang korban, VP, Sugi Achtining Dyah merasa tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.

“Dia menabrak anak saya. Saya tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke Div-Propam Polresta Solo,” kata Sugi didampingi penasehat hukumnya, Asri Purwanti, baru-baru ini.

Kasus ini bermula saat RZ dan VP membully anak dari IN berinisial ZH (13). Dua siswa SMP ini merupakan teman satu kelas dari ZH. Keduanya membully ZH dengan menyebut anak bau lantaran keringatnya yang berlebih. Merasa tidak terima, ZH akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Mendengar hal itu, orang tua ZH yang merupakan anggota Sat-Sabhara Polresta Solo berinisial IN itu naik pitam dan mencari kedua pelaku itu.

“IN bersama istrinya pada hari Jumat tanggal 19 Januari datang ke sekolah menjemput ZH di depan gerbang sekolah. IN bertemu dengan RZ lalu memarahinya dan menjewer telinga RZ. Kami tidak terima VP diperlakukan seperti itu karena sudah masuk kategori penganiayaan anak di bawah umur. Selain itu juga, IN sempat membawa senjata api laras panjang ke sekolah saat mendatangi dua korban tersebut,” kata dia.

Terkait laporan tersebut, Kasi Propam Polresta Solo AKP Riyadi Supriyadi mengatakan, pihaknya telah memediasi kedua belah pihak yang berseteru tersebut. Melalui Kasat Sabhara Polresta Solo Kompol Busroni, anggota yang dilaporkan tersebut telah dilakukan pembinaan.

“Apa yang dilakukan IN itu tidak dibenarkan. Kami menilai jika IN hanya emosi sesaat, hingga teman anaknya takut bersekolah,” terang Kasi Propam mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Rabu (24/1) siang.

Disinggung terkait senjata api laras panjang yang dibawa IN ke sekolah, Kasi Propam mengaku, jika waktu itu IN usai bertugas melakukan patroli. Setelah bertugas mampir di sekolah menanyakan kondisi anaknya.

“Kami pastikan tidak ada keselahan prosedur dalam membawa senjata api karena sedang dalam bertugas. Kami belum menyelesaikan kasus aduan IN di Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak-red). Harapannya kasus tersebut juga bisa diselesaikan dengan damai,” katanya.

Terpisah, penasehat hukum korban, Asri Purwanti saat dihubungi mengaku, sampai sekarang belum ada upaya baik IN untuk meminta maaf kepada keluarga VP. Keluarga berharap IN mendapatkan sanksi dari Polresta Solo karena telah mengintervensi VP di hadapan teman-temannya di sekolah.

“Kami mendapatkan informasi IN sudah berdamai dengan keluarga RZ. Sementara sampai sekarang IN belum berdamai dengan keluarga VP,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge