0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pengusaha Kue Keranjang Kesulitan Bahan Baku

Perayaan Imlek, kue keranjang diserbu pembeli (dok.timlo.net/red)

Solo — Pengusaha kuliner pembuatan Kue Keranjang di Solo mengaku kesulitan dengan bahan baku beras ketan yang ada di pasaran. Pasalnya ada kenaikan yang sangat tinggi pada jenis beras ketan jawa. Tak main-main kenaikan tersebut mencapai dua kali lipat harga biasa.

“Gimana ya, kalau kesulitan itu ya tidak, wong barangnya ada. Tapi saya tisak habis pikir, harganya itu lho,” ungkap Susana, pengusaha Kue Keranjang Cap Dua Naga Mas, saat berbincang dengan Timlo.net, Rabu (24/1).

Kenaikan tersebut, kata Susana, sudah terasa sejak bulan Desember. Susana mengaku terpaksa menunda pembuatan kue yang menjadi ciri khas perayaan tahun baru Imlex ini.

“Kalau biasanya beras ketan itu harganya sekitar Rp 11 ribu. Sekarang naik jadi Rp 24 ribu. Lha saya kan jadi bingung. Makanya sampai sekarang belum produksi,” kata Susana, di rumah produksinya, Balong, Sudiroprajan, Jebres.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sebulan menjelang perayaan Imlex, pengusaha yang telah membuat Kue Keranjang sejak tahun 1960 itu, telah melakukan proses produksi. Namun tahun ini berbeda, lantaran mahalnya bahan baku.

“Proses pembuatannya kan cukup lama ya. Jadi biasanya sebulan sebelumnya kita sudah produksi,” jelasnya.

Diungkapkan, mahalnya bahan baku beras ketan ini tidak bisa diakali dengan beras ketan import. Sebab, kata Susana, kualitas beras ketan import lebih jelek daripada beras ketan lokal.

“Kalau di pasaran kan ada dua macam ya, ketan impor sama ketan Jawa. Nah yang ketan impor ini bagus bentuknya, tapi tidak cocok, kurang lekat, tidak bisa untuk membuat kue keranjang seperti standar kualitas yang saya inginkan,” terangnya.

Selain menyebabkan terganggunya proses produksi, kenaikan harga beras ketan juga menyebabkan Susana mengurangi produksinya. Tak mau berspekulasi terlalu jauh, Susana memilih membatasi produksi dengan hanya menerima pesanan saja.

“Saya itu punya 3 pawon. Masing-masing bisa untuk memasak adonan 400 kilogram. Kalau kue keranjang itu adonan satu kilogram bisa jadi lima biji. Ya tinggal mengalikan saja. Tapi tahun ini saya nerima pesanan saja,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge