0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Upaya Mitigasi, BPBD Genjot Program Sekolah Siaga Bencana

Klaten — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menargetkan belasan SMP sebagai Sekolah Siaga Bencana (SSB) tahun ini. Program penanggulangan berbasis sekolah tersebut sebagai upaya mitigasi sewaktu terjadi bencana.

“SSB untuk tingkat SMP sudah diterapkan ke 30 sekolah.  Sedangkan jumlah SMP lebih dari 100 sekolah. Jadi mungkin hanya 15 SMP,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Klaten, Nur Tjahjono, Selasa (23/1).

Dijelaskan, program penanggulangan bencana berbasis sekolah itu merupakan tindak lanjut dari Perbup Klaten No 6/2014 tentang kurikulum kebencanaan bagi murid PAUD hingga SLTA. Penerapan SSB masih perlu ditambah mengingat jumlah SSB saat ini masih terbilang minim dibanding jumlah sekolah di Klaten. Mereka mendapat materi dan simulasi bencana di sekolah masing-masing.

“Untuk tingkat SD, baik negeri maupun swasta baru diterapkan ke 15 sekolah. Sedangkan tingkat SMA/SMK sudah 40 sekolah. Padahal jumlah SD di Klaten lebih dari 200 sekolah baik dan untuk SMA/SMK sekitar 80 sekolah. Kami tiap tahun inginnya ditingkatkan (jumlahnya), namun kan anggaran terbatas,” jelasnya.

Disisi lain, sambung Tjahjono, pembelajaran siaga bencana untuk PAUD/TK dilakukan di Taman Eling Waspada Siaga (EWS). Sebab, taman yang terletak di Jalan Andalas atau sebelah barat kantor BPBD Klaten itu memiliki beberapa wahana untuk simulasi bencana, seperti gempa bumi, kebakaran, angin ribut, dan erupsi gunung.

”Untuk siswa PAUD dan TK pengenalan kebencanaan perlu dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan melalui fasilitas yang ada di Taman EWS. Ada tim fasilitator yang mendampingi. Tahun lalu saja dikunjungi 70 PAUD/TK atau sekitar 4.000-5.000 siswa,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge