0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Garuda Indonesia Kekurangan Pilot

Garuda Indonesia (merdeka.com)

Timlo.net – Maskapai Garuda Indonesia kekurangan tenaga pilot. Minimnya jam istirahat menjadi kendala yang kerap didiskusikan di internal maskapai penerbangan pelat merah tersebut.

“Masalah jam istirahat. Kita dalam aturan 8 hari sebulan. Memang karena kita kekurangan penerbang, kita negosiasi ‘boleh saya kurangi satu hari dulu’ (jam istirahat),” kata Direktur Operasional Garuda Indonesia, Triyanto di Jakarta, Selasa (23/1).

Meskipun demikian, penambahan jam kerja tersebut, akan dilakukan jika pilot yang bersangkutan bersedia untuk ditambah jam terbangnya. Selain itu, penambahan jam kerja juga diikuti kompensasi.

“Tentunya dengan kompensasi baik itu berupa waktu istirahat maupun berupa finansial,” tambahnya.

Dia menjelaskan, saat ini, Garuda Indonesia memiliki 1.327 pilot baik itu kapten maupun co-pilot dengan jumlah penerbangan sehari berkisar antara 630 hingga 640 penerbangan.

“Jam istirahat berkurang karena penerbang kita kurang. Perusahaan lakukan ekspansi cukup besar tapi tidak dibarengi dengan penyediaan SDM,” ujarnya.

“Memang butuh waktu untuk cetak penerbang. Butuh satu tahun, kapasitas training kita juga agak terbatas. Sehingga kita negosiasi (dengan penerbang) boleh kita pinjam waktu istirahat,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah terkait jam istirahat ini, Triyanto mengatakan sudah mengajukan permohonan tambahan pilot baru sebanyak 122 orang.

“Saya sebagai Direktur Operasi minta 122 tambahan penerbang baru. Pilot baru. Kita berharap akhir 2018 ini kita sudah bisa memberikan hak pada para penerbang sesuai aturan,” tandasnya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge