0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Operasi Pasar Belum Mampu Turunkan Harga Beras

Disperindagkop UMKM Wonogiri Sidak pasar (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Meski dilakukan operasi pasar (OP) di sejumlah pasar di Wonogiri, namun saja harga beras di pasaran masih bertengger pada harga Rp 11 ribu perkilo. Bahkan kalangan pedagang beras pun menilai OP yang digelar sejak beberapa pekan lalu gagal.

“Harga masih bertengger, belum juga turun, Mas. Ya, minimal harganya beras medium itu mendekati normal seperti dulu, di kisaran Rp 8 ribu perkilonya. Dan lagi saat OP beras yang dilakukan Pemkab Wonogiri dan Mitra Bulog sama sekali tidak ada pengaruhnya,” kata Nyi Darni (60) pedagang beras Pasar Ngadirojo, Wonogiri, Selasa (23/1).

Bahkan wanita asal Desa Jendi, Kecamatan Girimarto ini menyebut, meski digelar OP beras, harga beras tidak bergeming dan tidak dapat menstabilkan harga beras di pasaran. Pasalnya, harga beras jenis IR 64 yang semula Rp 8 ribu perkilo saat ini masih di kisaran Rp 11 ribu – Rp 12 ribu perkilo.

Hal senada diutarakan pedagang beras lainnya, Sumini (45) Menurutnya, umumnya masyarakat mencari beras yang enak dan tidak memandang harga tinggi atau tidak. Meski agak mahal, katanya, tak masalah yang penting layak dikonsumsi.

 “Lha beras OP yang dijual Rp 9.350 perkilo itu kurang bagus, banyak yang menir (pecah-pecah),” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskoperindag-UMKM Wonogiri Wahyu Widayati menuturkan, Sidak yang dilakukan dengan para staf itu guna melihat kondisi pasar paska OP. Dia menyebut, ada permintaan dari pedagang agar harga OP diturunkan, maka masukan ini akan dia sampaikan ke Pemprov maupun pemerintah pusat.

“Soalnya, yang menentukan harga OP beras Rp 9.350 perkilo itu adalah dari Pusat,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge