0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Luka Serius, Briptu AR Belum Bisa Dimintai Keterangan

TKP penembakan kader Gerindra (merdeka.com)

Timlo.net – Kasus penembakan yang menewaskan Kader Geridra Fernando Wowor, tengah jadi sorotan. Pelaku penembakan, Briptu AR, masih menjalani perawatan intensif. Anggota Brimob Kelapa Dua ini belum bisa dimintai keterangan.

“Masih dirawat, kan diduga ada beberapa yang parah nanti ketika sudah bisa diambil keterangan penyidik pasti akan kita lakukan,” kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Jakarta Timur, Selasa (23/1).

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa kasus ini akan terus diusut secara tuntas oleh pihaknya. Meskipun AR yang diduga melakukan penembakan terhadap Fernando juga menjadi korban dan kini masih di rawat di rumah sakit.

“Intinya proses penyelidikan akan terus berlangsung, kondisi-kondisi karena ini kan ada korban, katakanlah yang diduga melakukan penembakan turut menjadi korban ya ada luka-luka,” ujarnya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini pun memastikan bahwa pihaknya akan memeriksa AR ketika sudah tak lagi dirawat di rumah sakit karena juga mendapatkan luka.

“Ini akan kita periksa ketika kondisinya normal, sehingga keterangannya valid, jangan sampai dipaksakan keterangan tidak valid atau tidak fakta,” ucapnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini tak ingin kalau penembakan yang diduga dilakukan oleh AR dikaitkan dengan institusi Korps Bhayangkara. Karena memang hal itu tak ada hubungannya sama sekali dengan Polri.

“Permasalahan prosedur penembakan jangan dikaitkan ya bahwa anggota kepolisian apapun aparat negara terutama Polri ketika sangat terdesak dia dapat menjadi lakukan prosedur tindakan tegas,” jelasnya.

Mantan Kapolres Jakarta Utara ini pun memberikan contoh ketika dirinya sedang tak berdinas, lalu dirinya ditodong oleh seseorang dengan menggunakan senjata tajam, lalu saat itu dirinya boleh memberikan tindakan tegas dengan menggunakan senjata api.

“Katakanlah saya tidak sedang berdinas, tapi dirampok dan lain-lain, membawa senjata saya boleh melakukan itu. Tapi sesuai ancaman, jangan sampai pakai tangan saja terus ancaman tidak mematikan saya nembak, itu prosedur ya jangan dikaitkan dengan itu, faktanya belum kita dapat,” tandasnya.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge