0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KKKM, 56 Mahasiswa Akper YAPPI Dikarantina di Desa

Pembukaan KKKM Akper YAPPI Sragen di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sebanyak 56 mahasiswa Akper YAPPI Sragen melakukan kuliah kerja kesehatan masyarakat (KKKM) di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Kegiatan ini untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam pengelolaan kesehatan keluarga, komunitas dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Jumlah mahasiswa yang diterjunkan dalam program ini adalah 56 mahasiswa. Mereka akan melaksanakan kuliah kerja kesehatan masyarakat selama tiga minggu,” kata Direktur Akper YAPPI Sragen, Muhammad Sowwam kepada Timlo.net.

Di sela-sela pembukaan KKKM di Balai Desa Karanganyar, Senin (22/1), Sowwam menyampaikan, kegiatan bakal berlangsung selama tiga minggu mulai 22 Januari hingga 10 Februari 2018. Selama masa itu, mahasiswa diharuskan tinggal di desa dan tidak boleh pulang sebelum kegiatan selesai. Mereka diwajibkan melayani masyarakat di bidang kesehatan 24 jam.

Menurut Sowwam, sebanyak 56 mahasiswa itu akan melakukan banyak kegiatan baik yang bersifat promotif atau preentif, merubah perilaku masyarakat yang tidak sehat menjadi sehat.

“Mereka juga harus membantu secara proaktif di Puskesmas Sambungmacan. Program akan kita satukan supaya bersinergi. Intinya pada dasarnya sama karena basicnya adalah masalah yang ada di masyarakat, kita temukan dan nanti kita selesaikan bersama,” terangnya.

Sowwam menjelaskan, masalah-masalah yang ada di masyarakat akan digali, seperti dalam bidang Posyandu, lansia, narkoba, AIDS, masalah di lingkungan pabrik dan sekolah-sekolah.

“Di sini juga ada masalah pembuatan batu bata, yang muncul penyakit asma dan TBC. Nanti masyarakat bisa diedukasi untuk pakai masker dan lainnya,” ujar Sowwam.

Sementara Kepala Desa Karanganyar yang diwakili Kasi Kesra meminta, selama mahasiswa Akper YAPPI Sragen melakukan KKKM harus bisa berkomunikasi secara baik dengan warga setempat. Dia juga meminta mahasiswa tidak membawa unsur politik.

“Semoga nanti bisa kerasan. Nanti juga tidak boleh pulang ke rumah sebelum selesai,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge