0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tiga Jenis Penonton Film Biru dan Manakah yang Paling Sehat?

Konten dewasa. (The Sun.)

Timlo.net—Pornografi dikabarkan membuat para pria muda mengalami masalah kesehatan yang parah. Sebuah penelitian baru membedah hal ini lebih lanjut. Penelitian yang diterbitkan dalam the Journal of Sexual Medicine itu menyatakan ada tiga jenis penonton film panas. Tapi hanya satu jenis yang sehat.

Para ilmuwan dalam penelitian mensurvei 830 partisipan. Mereka memiliki status hubungan yang berbeda-beda juga kebiasaan menggunakan konten mesum yang berbeda.

Yang disurvei para peneliti secara khusus adalah seberapa kompulsif mereka menonton, berapa banyak mereka perlu menonton hingga menggangggu kehidupan sehari-hari dan reaksi emosional mereka menonton konten dewasa. Misalnya apakah mereka merasa malu. Mereka juga ditanya soal kepuasan seksual dan kecenderungan menghindari hubungan intim.

Berikut ini tiga jenis penonton konten mesum:

-Penonton rekreasional

Inilah jenis penonton yang dianggap peneliti sehat. Mereka puas secara seksual, memiliki kompulsif seksual (dorongan seksual) yang rendah dan jarang menghindari hubungan intim. Ada 75,5 persen penonton rekreasional di antara para peserta. Mereka dikatakan menonton konten dewasa 24 menit per minggu. Mereka biasanya adalah para wanita atau orang yang sudah menjalin hubungan.

-Penonton kompulsif

Mereka menghabiskan waktu 110 menit setiap minggu. Jenis penonton kompulsif menghabiskan waktu paling banyak menonton konten dewasa dibandingkan dua jenis penonton lainnya. Mereka juga biasanya menonton konten itu sendirian.

Sebagian besar jenis penonton ini adalah para pria. Mereka merasakan masalah emosional yang lebih besar karena kebiasaan mereka. Mereka juga lebih berusaha mengakses konten dewasa dan memiliki tingkat kompulsif yang tinggi.

-Penonton non-kompulsif yang tertekan

Jika Anda menonton konten dewasa untuk merasa terhibur atau lebih baik, Anda bisa jadi adalah penonton jenis ini. Ada sekitar 12,7 persen partisipan yang masuk ke dalam golongan ini. Mereka memiliki kepuasan seksual yang rendah, sifat kompulsif yang lebih tinggi dan menghindari hubungan intim lebih sering.

Mereka rata-rata menonton 17 menit konten mesum per minggunya. Dalam penelitian ini terungkap jika durasi penggunaan konten dewasa bukanlah faktor penentu yang membuat orang merasa tertekan dan malu.

“Pengguna rekreasional melaporkan hasil yang lebih positif dibandingkan dua kelompok lain, sementara penonton non-kompulsif melaporkan disfungsi seksual yang lebih tinggi dan pengguna dengan profil kompulsif cenderung lebih kompulsif secara umum. Wanita dan pengguna diadik lebih sering masuk kedalam profil rekreasional, sedangkan pria seringkali merupakan penonton kompulsif,” ujar para peneliti dilansir dari Indy100.com.

Akan tetapi penelitian ini dianggap bias karena sampel penelitian dianggap kurang beragam. Ada beberapa kelompok yang dikatakan tidak terwakili. Sampel penelitian ini 70 persen adalah wanita, 80 persen heteroseksual dan rata-rata berusia 25 tahun.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge