0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gandeng PPATK, Polresta Solo Telusuri Aset Hannien Tour

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Satreskrim Polresta Solo menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menelusuri aset yang dimiliki Direktur Utama PT Usmaniyah Hannien Tour, Farid Rosyidin. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat bukti adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari uang yang disetorkan oleh ribuan korban calon jamaah umroh yang batal berangkat ke Tanah Suci.

“Saat ini kami masih menunggu hasil dari PPATK terkait adanya dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh para petinggi PT Hannien,” terang Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/1) siang.

Jika hasil dari PPATK telah keluar, kata Kasat, maka pihaknya akan menjerat tersangka dengan Pasal TPPU. Artinya bahwa hukuman yang mengancam lebih berat dibandingkan dengan Pasal 372 dan 378 yang saat ini dijeratkan.

“Kalau jeratan Pasal Penipuan dan Penggelapan biasanya sekitar lima tahun maksimal. Tapi, jika dengan jeratan TPPU bisa sampai 20 tahun penjara. Sedangkan, aset yang berhasil ditemukan tersebut dapat digunakan untuk ganti rugi para korban,” jelas Kasat.

Seperti diketahui, berkas empat tersangka kasus penipuan dan penggelapan biro perjalanan haji dan umroh PT Usmaniyah Hannien Tour telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo, Senin (22/1) kemarin. Empat tersangka yakni Farid Rosyidin (45) selaku direktur utama, Avianto B Satya (50) selaku Bendahara, Arif (45) selaku direktur operasional dan Ilham (32) selaku direktur teknis PT Usmaniyah Hannien Tour saat ini mendekam di sel tahanan Mapolresta Solo. Sedangkan, korban tindak penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT Hannien Tour mencapai 4000an calon jamaah lebih.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge