0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Fredrich Yunadi: Saya Tantang Konfrontir Enggak Ada yang Berani

Fredrich Yunadi (merdeka.com)

Timlo.net — Fredrich Yunadi menantang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengkonfrontir pernyataannya dengan istri tersangka megaproyek e-KTP, Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor. Fredrich mengatakan hal tersebut usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus diduga menghalang-halangi penyidikan proyek e-KTP.

“Enggak, mereka enggak berani konfrontir. Saya tantang konfrontir enggak ada yang berani,” kata Fredrich di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (22/1).

Fredrich juga mempertanyakan terkait perawatan Setya Novanto yang kala itu menjadi kliennya saat dirujuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Padahal saat di RSCM, kata dia, Novanto mendapatkan perawatan sampai tiga hari.

“Saya tanya kalau memang ini enggak bener, RSCM kan suruh pulang. Enggak usah pulang dong. Kenapa ini suruh rawat tiga hari enggak jadi tersangka. Kalau yang satu hari jadi tersangka. Yang tiga hari jadi pahlawan. Apa itu kriminalisasi yang terselubung,” ungkap Fredrich.

Fedrich menambahkan, untuk pemeriksaan hari ini ditanya terkait sejumlah dokumen yang disita KPK. Beberapa dokumen itu, kata Fredrich, yaitu seperti surat kepada Presiden Joko Widodo, uji materi di Mahkamah Konstitusi dan lainnya.

“Hari ini mengkonfirmasikan menanyakan bukti-bukti yang diambil di kantor saya. Saya ditanya apa, saya bilang barang bukti yang diambil dan yang bisa disita hanya ada barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana yang dituduhkan kepada saya,” ungkap Fredrich.

“Masa surat permohonan ke Presiden yang dilakukan Pak SN (Setya Novanto) diambil. Surat kuasa yang ke MK yang mengajukan gugatan diambil. Gugatan saya permohonan ke MK diambil. Semua diambil. Kartu Peradi diambil,” tegas Fredrich.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge