0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Pencabulan, Anggota DPRD Ini Ditangkap Saat Hendak Rapat

Ilustrasi pencabulan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, diketahui bernama Kasmu, ditangkap oleh tim intelijen Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Bangkalan. Dia dieksekusi, karena telah melakukan tindak pidana bujuk rayu, perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

Eksekusi terhadap Kasmu itu sendiri berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2645 K/P.SUS/2016. Menyatakan bahwa terdakwa Kasmu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 7 (tujuh) tahun dan 6 (enam) bulan serta pidana denda sebesar Rp.100 juta subsidiair 6 (enam) bulan kurungan.

Eksekusi penangkapan terhadap Kasmu, setelah tim intelijen mendapatkan info. Bahwa dia akan melaksanakan rapat komisi di DPRD Kabupaten Bangkalan. Dari situ, tim yang melihat Kasmu masuk ke dalam area halaman gedung DPRD Bangkalan, langsung ditangkap.

Setelah itu terpidana Kasmu langsung dieksekusi dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya, di wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Eksekusi penangkapan tersebut dibenarkan Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung, bahwa telah ada eksekusi penangkapan terhadap seorang anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, dengan dasar putusan Mahkamah Agung.

“Eksekusi dilakukan, karena Kasmu telah melakukan perbuatan cabul. Terpidana harus menjalani pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan, denda Rp 100 juta. Sekarang yang bersangkutan (Kasmu) sedang dalam perjalanan bersama tim dari Bangkalan menuju Lapas Porong,” kata Richard Marpaung, Senin (22/1).

Sebelumnya, anggota Tim Cobra Subdit II Jantaras Ditreskrim Umum Polda Jatim menangkap Kasmu pada 2 Februari 2015 di kamar Hotel Oval, Jalan Diponegoro, Surabaya. Selain itu, polisi juga membekuk Syaefudin alias Reza (27) yang merupakan rekan Kasmu.

Saat dilakukan penangkapan, penggerebekan di dalam kamar hotel, polisi menemukan gadis di bawah umur. Polisi kemudian, membawa Kasmu, Reza dan gadis yang masih berusia 16 tahun, untuk menjalani pemeriksaan.

Dari pemeriksaan terungkap, bahwa anak 16 tahun itu sudah beberapa kali diajak berhubungan intim di hotel tersebut. Untuk mengelabui banyak orang, Kasmu juga membuat identitas palsu untuk anak di bawah umur itu. Dengan nama asli, tapi usia dituakan.

Kasus itupun hingga masuk ke persidangan Pengadilan Negeri Surabaya. Namun Hakim Ketua yang memimpin persidangan Musa Aini meloloskan terdakwa Kasmu dari jeratan bebas dalam melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak di bawah umur dilakukan.

Atas vonis bebas itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya melakukan upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Kasasi di MA itu, akhirnya menyatakan Kasmu alias Kasmo dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 7,5 tahun penjara. Tak hanya itu, Terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan apa bila terdakwa tidak mampu membayar denda.

Vonis Hakim Mahkamah Agung tersebut, sama dengan tuntutan jaksa (conform) pada persidangan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Surabaya yang saat itu menuntut terdakwa dengan tuntutan selama 7,5 tahun penjara.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge