0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ketua Komisi II Datangi Kantor Perumperkim Soal IMB

Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, YF Sukasno (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Seluruh Anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta mendatangi kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Permuperkim) Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Senin (22/1). Mereka meminta penjelasan soal ijin mendirikan bangunan (IMB) warga Kelurahan Gandekan yang ditolak pemkab setempat.

“Seharusnya pejabat setingkat kepala dinas, pemerintahan Kabupaten Sukoharjo mengetahui kalau yang mengajukan IMB itu bukan investor atau pengembang. Mereka itu masyarakat tidak mampu. Jangan disamakan ukuran dan persyaratannya. Itu keliru. Apalagi yang digunakan sebagai dalih penolakan Peraturan nomor 1 tahun 2005 yang sudah ditolak Mahkamah Konstitusi. Tapi tadi sudah ada perkembangan setelah kita diskusi,” tandas YF Sukasno ditemui ruang kerjanya.

Menurut Sukasno, yang namanya pejabat setingkat kepala dinas seharusnya tidak akan gegabah menolak warga negara yang telah memenuhi persyaratan mendirikan bangunan. Apalagi sampai menolak keinginan warga yang patuh terhadap UU Nomor 1 tahun 2001.

“Bila hal itu tetap dilakukan, dan warga yang akan membangun perumahan tidak diberi ijin, kami akan laporkan kepada pihak yang berwajib,” ujar dia.

Sebagai warga Kota Solo, dirinya tidak rela bila masyarakat tidak mampu diperlakukan semena-mena oleh pejabat. Apalagi mereka, tidak mengerti dan memahami makna aturan Undang-undang yang memayungi warga untuk membangun rumah di Desa Mrangen, Kabupaten Sukoharjo

“Mereka kan warga masyarakat tergolong MBR, terus terang saya tidak terima. Mereka kan rumahnya terkena dampak pembangunan yang sedang dijalankan Pemkot Solo menata bantaran sungai. Saya berharap ijin segera turun. Mereka berjanji akan segera memberi IMB,” lanjutnya.

Dia menegaskan, bila pejabat di Permuperkim ingkar janji, pihaknya akan menemui kepala DPRD Kabupaten Sukoharjo. Bila perlu, akan dilaporkan kepada Walikota Solo.

“Kami akan laporkan ke pak wali, kalau masih dipersulit. Saya minta warga tetap jalan membangun rumah. Kalau tidak mau tinggal dimana. Tapi kepala dinas katanya akan mengkaji ulang soal pemberian IMB,” katanya.

Dihubungi terpisah, salah satu warga Gandekan, Sumarsih, yang melaporkan ke DPRD Kota Solo menyatakan akan tetap terus membangun rumah.

“Kami akan tetap membangun. Meski ijin mendirikan bangunan belum juga turun. Itu tadi saya ditelpon pak Kasno, suruh terus membangun,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge