0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Agen Pariwisata Zambia Gunakan Ejekan Donald Trump Sebagai Bahan Iklan

Iklan pariwisata Zambia. (indy100.com)

Timlo.net—Sebuah situs marketing independen yang berniat mempromosikan turisme di Afrika menggunakan ejekan yang digunakan Donald Trump dalam salah satu rapat sebagai bahan iklan. Sebelumnya presiden Amerika Serikat (AS) menyebut beberapa negara Afrika, Haiti dan El Salvador sebagai “sh*thole countries” atau negara-negara yang tidak menyenangkan.

Dalam halaman Facebook pariwisata Zambia, iklan itu bertuliskan, “Kunjungi sh*thole Zambia. Di mana bintang-bintang dan garis-garis yang akan kalian lihat berada di langit dan pada sebuah zebra!”

Di bawah iklan itu tertulis disclaimer, “Iklan ini tidak mewakili pendapat Agen Pariwisata Zambia resmi, tapi sebuah situs marketing independen zambiatourism.com.”

Postingan itu memperoleh ribuan like dan share. The Gondwana Collection, sebuah operator pariwisata swasta di Namibia, juga mengunggah sebuah video di Facebook baru-baru ini. Video itu merupakan menampilkan keindahan negara Namibia dengan latar belakang seorang pengisi suara. Seorang pengisi suara meniru suara Donald dan mengajak para penonton mengunjungi negara itu, “Selamat pagi Trump America, jika kalian ingin meninggalkan negara kalian yang sangat indah dan sempurna dan ingin mengunjungi negara sh*thole yang sebenarnya di Afrika. Aku mengundang kalian mengunjungi sh*thole Namibia..salah satu negara sh*thole terbaik di luar sana.” Video itu jelas-jelas memakai kata yang digunakan Donald Trump sebagai bahan promosi dan ejekan, tulis Indy100.com.

Managing director Gondwana Collection, Gys Joubert berkata kepada the Associated Press: “Anda bisa melawan negatif dengan negatif atau Anda bisa memberikan perlawanan dalam bentuk permainan kata. Kami suka sisi lucu dari kehidupan. Kami senang kami bisa menciptakan dan membagikan dan mengirim beberapa senyuman ke seluruh dunia.”

Donald Trump dikabarkan menyebut negara-negara Afrika dan negara lainnya dengan sebutan “sh*thole countries” dalam sebuah rapat dengan para senator di Gedung Putih pada awal Januari 2018. Waktu itu mereka membahas apakah mereka perlu menerima lebih banyak imigran dari negara-negara itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge