0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Stres Kehamilan Hantar Soetrisno Raih Gubes UNS ke 190

Prof Dr dr Soetrisno SpOG (K) bakal dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Usai menemukan solusi mengatasi stres kehamilan dan persalinan menghantarkan Dr dr Soetrisno SpOG (K) meraih Guru Besar (Gubes) ke 190 Universitas Sebelas Maret (UNS) dan GUbes Fakultas Kedokteran UNS ke 38. Soetrisno akan dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNS di Auditorium, UNS, Kamis (25/1).

“Kehamilan dan persalinan sering kali menimbulkan kondisi stres bahkan depres, terutama pada primigravida (hamil pertama) usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun dengan riwayat psikososial yang kurang baik,” ungkap Prof Dr dr Soetrisno Sp OG (K) kepada wartawan Senin (22/1).

Soetrisno mengemukakan, penyebab stres kehamilan dan persalinan sampai saat ini masih merupakan persoalan diantara para ahli, sehingga pengobatannya belum berdasar atas pathogenesis yang jelas atau pengobatan yang tidak rasional.

“Jika dibiarkan berlanjut akan timbul berbagai komplikasi sehingga semakin menyulitkan pengobatan komplikasi persalinan serta dampak kerugiannya akan lebih besar,” jelasnya.

Mengatasi masalah itu, kata Soetrisno, dirinya memberikan solusi melalui intervensi psikokuratif, yang terangkum dalam Buku Pintar Psikokuratif Stress Primigravida, karyanya. Buku tersebut dapat digunakan sebagai rujukan untuk menanggulangi stres pada kehamilan primigravida yang mana lebih kuat dibanding muligravida (hamil >2). Karena minimnya pengalaman.

Soetrisno menyatakan, psikokuratif merupakan upaya pengobatan yang diciptakan dengan tujuan meyakinkan bahwa seseorang memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyesuasikan diri pada kondisi dan situasi kejiwaan mereka dan membangun hubungan harmonis dan intregral untul meningkatkan stabilitas psikologis dan kemampuan hidup.

“Psikokuratif terdiri atas dukungan kognitif, sosial, spiritual dan fisik yang bisa menurunkan intensitas stres, bahkan merubah kondisi distres menjadi eustress,” jelasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge