0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Soal Alihfungsi BST, Damri Diberi Waktu Dua Minggu

Batik Solo Trans (BST) (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Pemerintah Kota Solo memberi tenggat waktu dua pekan bagi Perusahaan Umum (Perum) Damri untuk menyelesaikan permasalahan alihfungsi belasan armada Batik Solo Trans (BST) yang mencuat akhir 2017 lalu. Damri diharapkan memberikan keputusan yang memuaskan di awal Feburari mendatang.

“Kita beri waktu dua minggu untuk memberi solusi,” kata Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo, usai pertemuan dengan Direksi Damri yang digelar tertutup, di Ruang Rapat Walikota Solo, Senin (22/1).

Masalah alihfungsi belasan armada BST mencuat Novmber 2017 silam. Lima armada BST yang sedianya dihibahkan kepada Pemkot Solo malah dioperasikan Damri di Magelang. Tujuh armada lainnya dialihfungsikan menjadi bus pariwisata.

“Alasannya, Damri menyesuaikan kebutuhan armada dengan permintaan penumpang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno.

Hari mengatakan pihaknya tak akan segan-segan mencabut hak pengelolaan BST yang diberikan Pemkot kepada Damri bila Damri tak memberikan solusi yang memuaskan pada waktu yang ditentukan.

“Jelas. Kan dulu hibahnya kepada Pemkot lalu kita berikan hak kelola kepada Damri karena kita belum punya badan usaha transportasi,” katanya.

Damri beralasan memindahkan lima armada BST ke Magelang karena merugi di Solo. Menurut Hari, alasan tersebut tak dapat diterima Pemkot. Menurut Hari, Damri seharusnya bisa menghasilkan pendapatan dengan cara-cara lain.

“Menurut saya, bisnis transportasi itu memang bisnis rugi. Harusnya Damri pinter-pinter cari alternatif pemasukan. Bukan malah memindahkan operasional ke kota lain,” kata dia.

Apalagi hingga saat ini Damri masih berstatus Perusahaan Umum yang seharusnya mengutamakan pelayanan publik. Bukan mencari keuntungan.

“Kita tunggu besok gimana solusi dari mereka. Yang jelas kita minta semua armada dikembalikan ke Solo,” kata Hari Prihatno.

Terpisah, Direktur Utama Perum Damri Setia N Militia Moemin mengatakan pihaknya akan mengkaji tingkat permintaan penumpang di Solo untuk menentukan kebijakan ke depan. Ia memastikan Damri tetap berkomitmen melayani kebutuhan transportasi publik di Solo maupun di daerah lain.

“Kita sudah sepakat dengan Pemkot (Solo) untuk saling support dalam meningkatkan pelayanan publik. Nanti kita analisa bersama-sama kebutuhannya seberapa,” kata Setia N Militia Moemin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge