0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pelayanan Damri untuk Warga Solo Kurang Optimal

Direktur Utama Perum Damri yang baru, Setia N Milatia Moemin (kanan) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Direksi Perusahaan Umum (Perum) Damri menemui Pemerintah Kota Solo, Senin (22/1). Dalam pertemuan yang digelar tertutup di Ruang Rapat Walikota Solo, masalah alih fungsi belasan armada Batik Solo Trans (BST) menjadi salah satu pembicaraan hangat.

“Pak Wali (Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo —Red) merasa pelayanan Damri untuk warga Solo kurang optimal. Apalagi sudah ketahuan ada lima bus yang dipindahkan ke Magelang dan tujuh armada dialihfungsikan menjadi bus pariwisata,” kata Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo, usai pertemuan

Tahun 2016 silam, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghibahkan 20 armada BST kepada Pemkot Solo. Karena belum memiliki badan usaha transporasi yang dirasa cakap, Pemkot pun menyerahkan pengelolaan 20 armada tersebut kepada Perum Damri awal 2017.

Pada Bulan November 2017, Perum Damri kedapatan memindahkan operasional lima armada BST ke Magelang, November tahun lalu. Tujuh armada lainnya dialihfungsikan menjadi bus pariwisata. Perilaku Damri ini sempat membuat murka Pemkot Solo hingga Pemkot melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Purnomo menilai Damri tidak transparan dalam menjalankan kebijakannya. “Saya kira ini hanya soal kelancaran komunikasi saja. Masalahnya, kita sama sekali tidak diberi tahu,” kata Purnomo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno mengatakan, berkurangnya 12 dari 20 armada BST yang dikelola Damri dipastikan berdampak pada kualitas pelayanan transportasi publik di Solo.

“Mereka (Damri) bilang tidak mengurangi kualitas layanan. Tapi di logika saja sudah pasti berkurang. Dari 20 armada, sekarang tinggal 8. Headway (waktu tunggu) pasti bertambah lama,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Damri yang baru, Setia N Milatia Moemin enggan berkomentar banyak soal alihfungsi belasan armada tersebut. Ia mengaku masih masih mempelajari berbagai persoalan yang harus diselesaikan di jabatan yang baru dijabatnya.

“Saya kan masih baru. Baru dilantik 11 Desember kemarin. Masih harus banyak belajar,” kata dia

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge